Walhi Sumut Minta Polisi Usut Perambah Hutan Lindung Lae Pondom

43
Walhi/Foto; Dokumentasi CDN.

MEDAN — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara minta kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengusut hingga tuntas perambahan hutan lindung Lae Pondom, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, dan dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana alam.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Tarigan di Medan, Rabu, mengatakan pelaku pembabatan hutan lindung secara liar itu, harus diselidiki dan diproses secara hukum.

Kasus ilegal logging tersebut, menurut dia, sudah berlangsung cukup lama, namun tampaknya dibiarkan begitu saja oleh Dinas Kehutanan Dairi dan tidak ada tindakan tegas yang dilakukan pemerintah.

“Sehubungan dengan itu, penyidik Polda Sumut diharapkan secepatnya turun tangan, untuk mengatasi penebangan kayu yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab di kawasan hutan lindung tersebut,” ujar Dana.

Ia mengatakan, eksploitasi ilegal di daerah hutan lindung itu, tidak dibenarkan dan hal ini adalah bentuk pelanggaran hukum, serta harus secepatnya dihentikan.

Pengrusakan hutan lindung itu, merupakan tindakan yang sangat nekad dilakukan oleh manusia dan tidak akan memikirkan dampak yang terjadinya nantinya, misalnya bencana banjir, masyarakat kesulitan memperoleh air, serta terjadi kekeringan.

“Karena itu, aparat penegak hukum dari kepolisian itu, harus bertanggung jawab untuk menyelamatkan hutan milik negara tersebut,” ucapnya.

Dana menambahkan, pelaku yang merusak hutan lindung tersebut, dapat dikenakan pelanggaran Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Siapa saja yang terbukti merusak hutan lindung yang tetap dijaga kelestariannya oleh negara, harus diproses secara hukum dan tidak ada pilih kasih.

Penegakan hukum yang tegas tetap diterapkan terhadap pelaku pelanggaran dan yang telah terbukti merusak hutan yang dilindungi oleh negara.

“Pemerintah dan penegak hukum tidak perlu kompromi terhadap orang telah menghancurkan hutan milik negara, dan ini bertujuan memberikan efek jera bagi mereka,” kata Pemerhati Lingkungan itu.

Sebelumnya, Camat Sumbul Tikki Simamora menyebutkan, perambahan hutan lindung Lae Pondom, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara sudah cukup lama terjadi, dan bahkan telah meluas hingga ke Kecamatan Silalahi Sabungan (Ant).

Komentar