02.45 WIB Peringatan Tsunami Gempa Tasikmalaya Berakhir

BANJARNEGARA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa peringatan dini tsunami pascagempa Tasikmalaya, Jawa Barat, telah berakhir pada Sabtu (16/12/2017) sekira pukul 02.45 dinihari.

“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 6,9 SR dinyatakan telah berakhir,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Sabtu (16/12/2017) dini hari.

Setyoajie mengatakan, bahwa terkait waktu pengakhiran potensi tsunami dilakukan setelah semua dipastikan aman sesuai hasil analisa BMKG mengikuti standar prosedur operasi (SOP) yang berlaku di National Tsunami Services Peovider (NTWC).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya gempa berpotensi tsunami yang dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta pada Jumat (15/12/l2017) malam. Gempa tersebut berkekuatan 7,3 SR dengan episentrum di laut selatan Jawa Barat.

Lokasi gempa berada di 11 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya, 45 kilometer barat daya Kota Tasikmalaya, 47 kilometer tenggara Garut, 107 kilometer tenggara Bandung, dan 226 kilometer tenggara Jakarta.

Sementara itu, akibat getaran gempa Tasikmalaya, seluruh pasien di RSUD SMC Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa dievakuasi ke luar gedung. “Jika terjadi bencana gempa, maka pasien harus dievakuasi ke luar gedung terlebih dahulu,” kata pejabat RSUD SMC Singaparna Tasikmalaya Aang Hilmi. Sabtu (16/12/2017) dini hari.

Evakuasi seluruh pasien tersebut merupakan prosedur operasi baku atau SOP yang diterapkan RSUD SMC dalam upaya menyelamatkan pasien ketika terjadi bencana seperti gempa bumi. “SOP-nya memang demikian,” katanya.

Ia menyampaikan seluruh pasien sementara masih berada di luar gedung hingga situasi dinyatakan aman dari bahaya gempa bumi. Selain mengevakuasi pasien, jajarannya juga memeriksa kondisi bangunan gedung untuk memastikan keamanannya apabila digunakan kembali.

“Sekarang masih dicek kondisinya, kalau aman, pasien akan kita pindah ke dalam ruangan lagi,” katanya.

Ia menambahkan pihak rumah sakit merasa beruntung karena saat kejadian gempa tidak ada penanganan operasi. “Beruntung, saat terjadi gempa tidak ada penanganan operasi,” katanya. (Ant)

Lihat juga...