10 CCTV Pantau Terminal Giwangan

YOGYAKARTA – Sebanyak 10 kamera closed circuit television disiapkan untuk membantu pemantauan keamanan di Terminal Giwangan Yogyakarta pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018.

“Selain menempatkan petugas keamanan di beberapa titik, kami juga siapkan kamera CCTV yang akan membantu petugas untuk melakukan pemantauan,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta, Bekti Zunanta, di Yogyakarta, Kamis (21/12/2017).

Menurut Bekti, kamera CCTV tersebut sudah ditempatkan di titik-titik strategis, di antaranya pintu masuk, jalur kedatangan, ruang tunggu, jalur bus reguler dalam dan luar kota, serta pintu keluar dan jalur keberangkatan.

Bekti menambahkan, hasil pantauan dari 10 kamera CCTV tersebut bahkan bisa dipantau melalui aplikasi ‘Terminalku’ di telepon pintar yang bisa diunduh melalui google playstore.

CCTV tersebut, lanjut Bekti, merupakan pilot project berbasis web dari Kementerian Perhubungan untuk manajemen transportasi.

Selain di Terminal Giwangan, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk memantau kondisi terminal di terminal tipe A lainnya seperti Tirtonadi Solo, Purabaya Surabaya, dan Ir. Soekarno Klaten Jawa Tengah.

Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018, sejumlah posko juga disiapkan di Terminal Giwangan di antaranya pos pengawasan LLAJ, pos informasi penumpang, posko pelayanan kesehatan, posko keamanan, hingga pos pemeliharaan sarana dan prasarana terminal.

“Sejauh ini, jumlah penumpang di Terminal Giwangan belum mengalami kenaikan yang signifikan. Kami perkirakan pada akhir pekan ini baru ada kenaikan jumlah penumpang,” katanya.

Meskipun demikian, lanjut Bekti, total jumlah penumpang di Terminal Giwangan Yogyakarta selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 justru mengalami penurunan hingga sekitar tiga persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

“Kecenderungan selama lima tahun terakhir terjadi penurunan penumpang bus. Banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi lain seperti kereta api, pesawat, dan kendaraan pribadi,” katanya.

Karena itu, lanjut Bekti, Terminal Giwangan tidak menyiapkan bus cadangan, namun jika ada penumpukan penumpang akan langsung dikoordinasikan dengan Organda untuk penyediaan bus cadangan. (Ant)

Lihat juga...