20 Kasus Pelayaran Terjadi di Kalimantan

BALIKPAPAN — Sepanjang Januari – November 2017, telah terjadi 20 kasus pelayaran yang menyebabkan korban luka dan meninggal dunia di Kalimantan Timur dan Utara. Pelayaran dan kondisi membahayakan manusia menjadi dua kasus yang dominan di Kaltimra.

Kasi Operasi dan Siaga KPP Kaltim-Kaltara, Octavianto, menuturkan musibah yang terjadi pada awal semester pertama tahun ini, mengalami peningkatan bila dibandingkan 2016. Peningkatannya terjadi  sebesar 30 persen dan pada semester kedua mengalami penurunan.

Kasi Operasi dan Siaga KPP Kaltim-Kaltara, Octavianto. –Foto: Ferry Cahyanti

“Kalau melihat trennya, pada 2017 menurun kalau dibandingkan 2016,” katanya, Selas (19/12/2017).

Menurutnya, dengan tingginya kejadian di perairan, Basarnas bersama pihak terkait diminta untuk memperhatikan sejumlah hal penting saat melakukan perjalanan di perairan, baik itu kepada pengguna jasa transportasi laut.

“Kenali wilayah tujuan berlayar, guna menghindari wilayah yang tidak dikenal, kemudian waspada kondisi cuaca buruk, dan jangan lupa alat keselamatan seperti pelampung,” papar Octa.

Berdasarkan data Basarnas Kaltim-Kaltara, tercatat 20 kasus pelayaran menyebabkan korban luka dan meninggal duni, pada periode Januari-November 2017. Dan, 25 kejadian di perairan yang membahayakan manusia, yang didominasi orang tenggelam.

Octavianto menjelaskan, sejak awal 2017, KPP telah melakukan 50 kali operasi SAR, dengan jumlah korban terdampak 607 orang jiwa, dan 538 di antaranya berhasil diselamatkan, 58 meninggal dunia, serta 11 lainnya masih berstatus hilang.

“Yang terbaru, kasus nelayan hilang di Kabupaten Nunukan Kaltara,” sebutnya.

Selain musibah pelayaran dan orang tenggelam, pihaknya juga melakukan operasi SAR terhadap musibah bencana alam yang terjadi.  Di antaranya dengan melakukan pertolongan kepada kawasan yang terjadi banjir.

Lihat juga...