2017, Produksi Bawang Merah di Balikpapan Membaik

BALIKPAPAN – Hasil pertanian komoditas bawang merah yang dihasilkan petani Balikpapan saat ini mengalami pertumbuhan atau peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terbukti dari hasil panen yang dihasilkan oleh petani setiap masa panen di tahun 2017.

Hasil produksi bawang merah per hektare mencapai 20-21 ton, dari sebelumnya hanya mencapai 10-12 ton per hektare. Dari hasil produksi itu masih belum mampu memenuhi kebutuhan bawang merah kota Balikpapan. Bahkan 99 persen kebutuhan untuk kota minyak harus dipasok dari Sulawesi dan Jawa.

“Petani yang ada melakukan penanaman swadaya sendiri ada seperempat hektare. Setengah hektare dengan hasil rata-rata 21-21 ton per hektar untuk bawang merah yang basah,” ucap Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto (18/12/2017).

Di Balikpapan sendiri terdapat tiga kelompok tani dimana satu kelompok tani sebanyak 10-15 petani. Masing-masing petani bukan hanya menanam bawang merah tapi juga bahan kebutuhan lain. Yang jelas mereka rutin menanam bawang dengan luasan sekitar lebih dari 1 hektare.

“Mereka itu kan nggak hanya tanam bawang merah. Tapi ada sayuran lainnya, kalau bawang memang baru bisa memenuhi sedikit dari kebutuhan pasar. Tapi setidaknya ada produksi bawang,” kata pria yang akrab disapa Yos.

Kendala yang ditemui oleh petani untuk memproduksi bawang merah adalah bibit yang mahal karena terpaksa harus mendatangkan dari luar daerah. “Dengan adanya program master bawang merah dari Bank Indonesia (BI) Balikpapan, petani sangat terbantu. Sangat terbantu pengadaan bibit dan pengembangan bibit,” paparnya.

Selain program BI juga ada program bantuan APBN melalui APBD provinsi pada 2017 seluas 10 hektare. “25 persen juga dialokasikan untuk bibit. Itu juga bibit dari Brebes,” ujarnya.

Yosmianto menambahkan, apabila produksi berlebih maka Bulog akan siap menampung hasil panen, jika petani panen karena pada saat panen harga bisa jatuh.

“Bulog akan masuk dengan harga HPP pemerintah supaya harga nggak hancur,” imbuh Yos.

Ketua Kelompok Hikma Tani Balikpapan, Bahar mengatakan, panen yang dihasilkan kali ini sungguh memuaskan karena berbeda dari panen sebelumnya.

“Sebelumnya, panen itu bisa ada yang gagal, tapi sekarang berhasil. Hasil panen 50 persen dibuat pembibitan agar ke depa tidak perlu dipasok dari luar daerah,” pungkasnya.

Dia mengharapkan, dengan produksi pembibitan dan panen bawang merah, Balikpapan bisa menjadi daerah penghasil bawang merah dan memenuhi kebutuhan kota.

Tanaman bawang merah di Gunung Bubukan Kelurahan Teritip, Balikpapan. Foto: Ferry Cahyanti

 

Lihat juga...