2018 Kementan Bagikan 46 Juta Benih

YOGYAKARTA – Jumlah benih yang dibagikan Kementan untuk masyarakat meningkat drastis. Jika di 2017 jumlah benih yang dibagikan 30 juta benih, maka di 2018 jumlahnya ditargetkan menjadi 46 juta atau meningkat 53 persen.

Jenis benih yang dibagikan tahun depan adalah komoditas perkebunan. Salah satunya adalah rempah-rempah yang diharapkan bisa mengembalikan lagi kejayaan komoditas tersebut.

“Tahun 2017 kita sudah mulai menyalurkan lebih dari 30 juta benih, ada benih kopi, kelapa sawit, kakao, cengkeh, dan pala. Tahun 2018 kami tingkatkan lebih dari 46 juta benih,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Bambang pada Peringatan HUT Ke-60 Perkebunan di Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta, Sabtu (9/12/2017).

2018 disebutnya, menjadi tahun benih nasional terutama sektor perkebunan. Kebijakan tersebut sebagai tindaklanjut setelah tiga tahun terakhir pemerintah berupaya mewujudkan swasembada pangan, antara lain padi, jagung dan bawang merah.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, tanaman perkebunan sudah seharusnya menjadi harapan hidup sebagian besar masyarakat. Apalagi komoditas jenis rempah-rempah seluruhnya dikelola oleh perkebunan rakyat.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian tengah meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan dengan penyaluran benih gratis. Ada pun pemerintah telah menganggarkan Rp1,6 triliun untuk intensifikasi perkebunan dalam APBN 2018. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,1 triliun di APBN-P 2017.

Bambang menambahkan sektor perkebunan telah memberi kontribusi Rp429 triliun terhadap Produk Domestik Bruto, yang melebihi dari kontribusi minyak dan gas bumi (migas). Pendapatan negara tentu akan lebih meningkat jika kondisi perkebunan Indonesia dikelola lebih baik lagi.

“Sumbangan terbesar dari sawit lebih dari Rp206 triliun. Dalam kondisi yang belum baik saja, perkebunan sudah memberikan andil besar terhadap perekonomian kita,” ungkapnya. (Ant)

Lihat juga...