2018, Pasar Properti Lombok Menjanjikan

MATARAM – Sebagai salah satu daerah kawasan wisata, prospek dan pasar bisnis properti di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai potensial dan cukup menjanjikan, kalau dikelola dengan baik, khususnya dari sisi pemasaran.

“Potensi Lombok sangat luar biasa tidak kalah dengan yang lain, karena semua potensi sudah dimiliki, kalau paradigma diubah, sikap dan cara berpikir juga diubah,” kata Ketua Jaringan Pesona Properti (JPP) Indonesia, Sale Rahman, Jumat (29/12/2017).

Menurutnya, selama itu tidak diubah, maka sulit akan bisa maju. Kalau perubahan paradigma, sikap dan pola pikir sudah dilakukan, baik dalam strategi pemasaran maupun promosi, maka prospek akan semakin menjanjikan.

Pembinaan marketing juga perlu ditingkatkan, mengingat marketing merupakan ujung tombak dalam bisnis dan pemasaran suatu produk di masyarakat.

“Potensi 80 persen, saya rasa prospek forecasting 2018, economic ground di Lombok sangat luar biasa mungkin mengalahkan tetangga provinsi lain, karena semua potensi sudah dimiliki, yang belum dimiliki marketing yang handal, makanya perlu terus dibina,” ujarnya.

Pokoknya, lanjutnya, bagaimana caranya Lombok harus dipegang oleh orang Lombok sendiri, jangan Lombok dipegang orang luar, sementara orang Lombok hanya melongo saja menjadi penonton.

Dikatakan pula, dalam proses pemasaran bisnis properti sendiri sekarang, melalui JPP yang terkoneksi secara nasional, pemasaran juga bisa lebih mudah dilakukan tidak hanya terpaku di satu daerah, tapi nasional bahkan internasional.

Artinya ketika Anda mempromosikan barang di Bali semua akan tahu melalui jaringan media sosial, misalnya WhatsApp JPP. Demikian juga ketika mempromosikan barang di Lombok juga semua akan tahu dan langsung menyebar ke mana-mana.

“Jadi baik buruknya barang yang dipromosikan melalui JPP semua akan tahu. Melalui JPP ketika anda mencari barang, pembeli maupun kontraktor mudah dilakukan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, anggota JPP nasional seluruh Indonesia sampai saat ini mencapai 16.215 yang terdiri dari elemen utama dunia properti, developer, investor, kontraktor, arsitek, konsultan, mediator, supplyer pender, baik yang terkait langsung maupun tidak dengan nilai jual beli dari proses transaksi yang dilakukan yang bisa mencapai puluhan miliar.

Abdi, salah satu pengusaha properti di Mataram mengaku, sangat terbantu dalam melakukan promosi dan pemasaran bisnis properti melalui JPP.

“Sangat terbantu, sebab melalui JPP, ketika mempromosikan produk kita langsung terkoneksi dengan seluruh anggota JPP seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...