2018, Sumbar Siapkan Bibit Kedelai 15 Ribu Hektare

PADANG – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Candra mengatakan, diperkirakan pada bulan Februari 2018 mendatang tanaman kedelai akan disebar lebih luas di sejumlah daerah di Sumbar.

Ia menyebutkan, saat ini di Sumbar ada sekira 300 hektare lahan yang telah ditanami oleh kedelai, dengan produksi per tahun berkisar 1,15 hingga 1,32 ton per hektare. Sementara untuk kebutuhan kedelai di Sumbar sebanyak 241,05 ton per bulan atau 2.892,6 ton per tahun.

Artinya, untuk kebutuhan kedelai di Sumbar masih belum mencukupi dari produksi yang ada. Maka dari itu, Candra menyatakan, perlu adanya penambahan lahan hingga 15.000 ha, yang tersebar di sejumlah daerah.

“Beberapa bulan yang lalu melalui Pencanangan Gerakan Tanam Perdana Serempak Kedelai Tahun 2017 di Kabupaten Solok Selatan, merupakan upaya untuk membuat Sumbar sebagai daerah yang menghasilkan kedelai terbanyak. Namun, saat ini perlu adanya upaya agar bibit kedelai mudah didapatkan,” katanya, Jumat (15/12/2017).

Candra mengatakan, tanaman kedelai saat ini tersebar di Kabupaten Solok Selatan, Pasaman, Tanah Datar, dan Pasaman Barat. Sejumlah daerah itu kini tanaman kedelai telah tumbuh dengan baik. Direncanakan, hasil panen untuk daerah tersebut, tidak dijual, tapi dijadikan sebagai benih.

Dikatakannya, alasan utama produksi kedelai di Sumbar menekankan pada bibit, karena untuk membeli bibit perlu menghabiskan dana yang besar. Apalagi target ke depan akan melakukan penambahan lahan kedelai, dari kini 300 ha bertambah menjadi 15.000 ha.

Menurutnya, dengan adanya pembibitan langsung yang dimiliki masing-masing daerah yang telah melakukan penanaman kedelai, maka akan sangat memudahkan untuk penyebaran bibit kedelai ke daerah-daerah di Sumbar.

“Contohnya di Solok Selatan, jika sudah panen, lalu dijadikan bibit. Bisa menambah lahan kedelai di sana, dari bibit yang dihasilkan dari daerah itu. Tidak tertutup kemungkinan, di daerah yang selama ini tidak pernah melakukan penanaman kedelai, juga dapat jatah bibit kedelai,” ucapnya.

Ia menilai, cara tersebut akan mampu untuk meminimalisir anggaran soal memenuhi bibit kedelai. Dengan demikian, jika pembibitan bisa diatasi melalui pembuatan pembibitan sendiri, maka langkah selanjutnya pemerintah bisa membantu petani melalui bantuan pupuk.

“Jadi diperkirakan Februari 2018 mendatang, bibit kedelai itu sudah bisa disebarkan ke sejumlah daerah di Sumbar,” tegasnya.

Candra juga mengatakan, berbicara kebutuhan kedelai di Sumbar dengan angka yang cukup tinggi, karena cukup banyak pengusaha pembuatan tempe dan tahu di Sumbar. Kedelai merupakan bahan utama dalam pembuatan tempe dan kedelai.

Lihat juga...