2018, Sumbar Targetkan Ekspor Randang dan Karupuak Balado

PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menyampaikan perkembangan ekspor – impor di Sumbar sepanjang 2017 mengalami pertumbuhan yang cukup bagus. 

Ia mengatakan, jika dilihat dari nilai ekspor Sumbar pada November 2017 terjadi peningkatan sebesar 2,14 persen jika dibanding ekspor bulan Oktober 2017. Nilai ekspor November 2017 juga meningkat sebesar 0,87 persen, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, di Istana Gubernuran/ Foto: M. Noli Hendra

“Nilai impor Sumbar bulan November 2017 terjadi peningkatan sebesar 49,73 persen dibanding impor bulan Oktober 2017. Nilai impor bulan November 2017 naik sebesar 192,09 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya,” ucapnya, dalam ekspose akhir tahun, Kamis (28/12/2017).

Menurutnya, dengan adanya pertumbuhan ekspor dan impor yang bagus pada 2017 ini, pada tahun depan Pemprov Sumbar akan lebih menggiatkan ekspor kuliner di Minang yang telah mendunia, yakni Randang dan Karupuak Balado.

“Pada tahun depan randang akan kita jadikan komoditi ekspor ke berbagai negara di dunia. Untuk itu, persoalan bahannya seperti daging, dapat dipastikan tidak ada yang dipermasalahkan,” ucapnya.

Irwan menyebutkan, rendang yang dikenal sebagai makanan terlezat di dunia, sudah saatnya untuk dipasarkan secara skala yang besar, yakni melalui ekspor.

“Ekspor pun akan dilakukan dengan cara bentuk kemasan yang sudah dimasak. Seperti halnya di Kota Payakumbuh yang menjadi salah satu daerah yang membuat randang, akan menjadi salah satu yang dieskpor,” katanya.

Dikatakan pula, dengan adanya ekspor randang dan karupuak Balado, turut membantu pertumbuhan ekonomi para pelaku UMKM di Sumbar. Karena, produk-produk yang mereka miliki, akan turut diekspor, terutama randang.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri, mengatakan, persoalan produk UMKM di Sumbar yang dinilai bisa diekspor itu, ialah produk yang tentunya telah memiliki syarat-syarat yang lengkap, seperti memiliki label halal, kemasan yang menarik, dan syarat lainnya.

“Dalam persoalan ekspor makanan itu tentu memiliki syarat-syarat tertentu. Kendati demikian, kita akan membantu UMKM yang nantinya dinilai layak produknya untuk diekspor. Seperti soal rasa, kemasan, dan yang lainnya,” tegasnya.

Pada intinya, pernyataan gubernur akan didukung dengan harapan bisa mengekspor randang dan karupuak Balado pada 2018 mendatang.

Lihat juga...