27 Desember 1991, Presiden Soeharto Resmikan Rumah Susun Kemayoran

JAKARTA — Pada jaman Orde Baru, rumah susun begitu sangat populer. Saking populernya sampai-sampai kemudian diangkat ke film layar lebar dengan judul ‘Cintaku di Rumah Susun’ (1987) yang dibintangi antara lain Deddy Mizwar, Doyok, Kadir, Asmuni, Eva Arnaz, Rima Melati, Meta Armys. Sebuah film yang mengangkat sketsa karikatural tentang kehidupan di rumah susun yang penghuninya beraneka ragam.

Pada 27 Desember 1991, sebagaimana yang dilansir Soeharto.co, bahwa Presiden Soeharto meresmikan penghunian rumah susun Kemayoran, Jakarta. Rumah susun yang diresmikan berjumlah 1.472 unit, terdiri dari tipe 36, 21, dan 18.

Dalam acara peresmian itu, Pak Harto secara simbolis menyerahkan sertifikat hak milik satuan rumah susun tersebut kepada pemiliknya, dan kemudian meninjau keadaan di kompleks rumah susun tersebut.

Pada saat memberikan sambutan pada acara peresmian itu, Pak Harto menyampaikan bahwa pemerintah bertekad untuk terus membangun rumah-rumah susun untuk membantu masyarakat agar hidup tenteram dan sejahtera dalam lingkungan perumahan yang lebih sehat, tertib dan teratur.

“Dalam hubungan ini hendaknya diingat bahwa pembangunan dan pengembangan rumah-rumah susun yang dilakukan oleh pemerintah terutama diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan rendah, “ katanya.

Lebih lanjut, Pak Harto mengingatkan agar di dalam menata kembali kota–kota dan membangun lingkungan rumah susun.

“Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menghindari penggusuran. Karena itu harus diusahakan sekuat tenaga pula agar penghuni lama dapat ditampung di rumah–rumah susun yang dibangun di sekitar tempat tinggal semula,” tandasnya.

Rumah susun kerap dikonotasikan sebagai apartemen versi sederhana, walupun sebenarnya apartemen bertingkat sendiri bisa dikategorikan sebagai rumah susun.

Bisa dibilang, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal.

Satuan-satuan ini masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama, sebagaimana yang termaktub dalam UU Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun.

Lihat juga...