300.000 Penduduk di Sumbar Rekam Data KTP Elektronik

Editor: Satmoko

62
Seorang petugas tengah melayani masyarakat yang antre untuk melakukan perekaman data pada Pekan Pendaftaran Penduduk KTP Elektronik di Lapangan Parkir Kantor Gubernur Sumbar, Padang/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Sekira 300.000 penduduk di Sumatera Barat (Sumbar) melakukan rekam data pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektornik (KTP-el) di Lapangan Parkir Kantor Gubernur Sumbar.

300.000 penduduk itu, tidak hanya berasal dari Kota Padang, tetapi merupakan dari 18 kabupaten dan kota lainnya di Sumbar.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjelaskan, rekam data itu merupakan kegiatan Pekan Pendaftaran Data Kependudukan yang dilaksanakan dari hari ini 7 – 10 Desember mendatang. Kegiatan ini untuk mempercepat pendataan dan penyelesaian perekaman data kependudukan.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau salah satu mobil layanan perekaman data penduduk pada Pekan Pendaftaran Penduduk KTP Elektronik/Foto: M. Noli Hendra

“Menteri Dalam Negeri memberikan waktu hingga akhir tahun ini seluruh data kependudukan sudah selesai direkam. Hal ini mengingat, untuk memastikan jumlah penduduk yang mendapatkan hak pilih pada pemilihan umum mendatang,” katanya, Kamis (7/12/2017).

Ia menyebutkan, pada Pekan Pendaftaran Data Kependudukan ini, ada seluruh warga kabupaten dan kota yang hadir. Sehingga, masyarakat yang bukan tercatat sebagai warga Kota Padang, dan belum sempat balik ke daerahnya yang masih berdomisili di Sumbar, bisa melakukan rekam data pada Pekan Pendaftaran Data Kependudukan tersebut.

“Jadi Pekan Pendaftaran Data Kependudukan ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat, karena diberi kemudahan dan tidak perlu harus balik ke daerah masing-masing,” ucapnya.

Irwan menjelaskan, perekaman data pada Pekan Pendaftaran Data Kependudukan itu, tidak hanya sekedar untuk merekam data saja, akan tetapi juga langsung dicetakkan kartu KTP-el. Hal tersebut, berlaku bagi seluruh perekaman data yang hadir pada Pekan Pendaftaran Data Kependudukan.

“Jadi masing-masing perekaman data kabupaten dan kota itu disediakan stan atau tempat-tempatnya. Masing-masing stan itu disediakan komputer, kamera, dan peralatan lainnya, untuk perekaman data penduduk,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Pencatatan Sipil Sumbar, Novrial mengatakan, sampai saat ini perekaman data penduduk di Sumbar sudah mencapai 91,67 persen. Artinya, masih ada 8 persen atau 300.000 lebih lagi penduduk yang belum terekam.

“Jadi melalui kegiatan ini akan kita rangkum data-data penduduk yang belum sempat direkam. Target kita selama empat hari ini perekaman data bisa 100 persen,” ucapnya.

Ia menyebutkan, jumlah penduduk Sumbar pada tahun 2017 ini tercatat 5,4 juta jiwa. Dari jumlah itu, 3,8 juta wajib KTP-el. Jadi, masih ada 316 ribu yang belum merekam, yang sebagian besar merupakan masyarakat yang baru berusia 17 tahun.

Selain itu, salah seorang masyarakat yang merekam data pada kegiatan tersebut, Perdana Putra mengatakan, rasa kecewa karena semenjak pagi hingga siang tadi, jaringan untuk merekam data itu tidak terhubung. Padahal, ada ratusan masyarakat yang antre sejak pagi.

“Saya sudah sejak pagi antre, tapi baru jam 2 siang tadi dilayani perekaman datanya. Semoga hal ini ada langkah antisipasi ke depan,” harapnya.

Novrial juga mengatakan, bagi masyarakat yang ingin melakukan perekaman data pada Pekan Pendaftaran Kependudukan itu, perlu membawa persyaratan seperti Kartu Keluarga dan KTP lama, serta surat nikah (bagi yang sudah menikah).

Komentar