35.000 Tenaga Kerja Menganggur di Wilayah Pemkab Tangerang

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengakui terdapat sekitar 35.000 tenaga kerja usia produktif masih menganggur terutama tamatan SMA/SMK dan sederajat.

“Dari jumlah tersebut yang baru terserap oleh lapangan kerja sebanyak 1.166 orang,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Tangerang Jarnaji di Tangerang, Rabu.

Jarnaji mengatakan telah menargetkan supaya dalam waktu dekat terserap sebanyak 6.667 tenaga kerja untuk dapat ditampung pada berbagai perusahaan.

Untuk itu pihaknya telah menjalin kerjasama dan kesepakatan dengan sejumlah perusahaan dengan membuka lowongan kerja berupa bursa “job fair“.

Terdapat sekitar 35 perusahaan yang telah bergabung untuk membuka lowongan pekerjaan bagi warga setempat.

Sedangkan dalam bursa tersebut diprorioritaskan kepada warga lokal yang belum mendapatkan pekerjaan terutama bagi yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Menurut dia, warga yang menganggur tersebut tersebar pada 29 kecamatan dan 426 desa/kelurahan terutama di kawasan pantai utara.

Dia menambahkan, tingkat pengangguran terbuka dianggap masih tinggi, ini karena tamatan SMA dan sederajat belum mendapatkan pekerjaan.

“Hal tersebut ditambah lagi dengan terdapat ribuan warga yang semula bekerja di pabrik kemudian mereka terkena pemutusan hubungan kerja (PHK),” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang, Rudi Maesyal Rasyid mengatakan pihaknya telah membicarakan dengan sejumlah petinggi perusahaan supaya dapat menampung tamatan SMA/SMK lokal.

Rudi mengatakan, pelamar tamatan SMA menjadi prioritas untuk mendapatkan pekerjaan, karena banyak lowongan yang harus diisi, tentu sesuai dengan kompetensi dan minat.

Meski begitu peminat tamatan sarjana S-1 dan Diploma D-2 atau D-3 juga memiliki kesempatan yang sama untuk dapat diterima. (Ant)

Lihat juga...