76 Narapidana di Jambi Terima Remisi Natal 2017

JAMBI – Sebanyak 76 orang narapidana dan anak pidana di Provinsi Jambi menerima remisi khusus Natal 2017. Remisi  diberikan pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia RI disampaikan ke seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Jambi.

“Untuk Provisi Jambi terdapat 10 lapas dan rutan. Pada perayaan natal tahun ini yang menerima remisi khusus ada sebanyak 76 orang yang terdiri atas 73 orang narapidana dan tiga anak pidana,” kata Kakanwil Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara, usai memberikan remisi kepada mereka secara simbolis di Lapas Klas II Jambi, Senin (25/12/2017).

Seperti biasanya remisi diberikan kepada para narapidana dan anak pidana dengan klasifikasi pengurangan masa hukuman sesuai aturan yang berlaku di Kementerian Hukum dan HAM RI. Di Jambi narapidana yang paling banyak menerima remisi adalah dari Lapas Klas II A Jambi sebanyak 27 napi, kemudian dari Lapas Klas II B Muara Bungo ada tiga napi dan Lapas Klas II B Muara Tebo (7 napi).

Disusul dari Lapas Klas II B Bangko terdapat sembilan narapidana yang mendapatkan remisi Natal tahun ini dan Lapas Klas II B Muara Bulian ada enam napi dan Lapas Klas II B Kuala Tungkal terdapat 14 narapidana yang menerima remisi Natal tahun ini.

Kemudian ada Lapas anak atau LPKA Klas II Muara Bulian ada tiga orang anak yang mendapat remisi Natal 2017, disusul Lapas Klas III Sarolangun ada tiga narapidana dan Lapas narkotika Klas III Muara Sabak hanya ada empat narapidana terima remisi Natal tahun ini dan di Rutan Klas II B Sungai Penuh tidak ada napi yang terima remisi.

Sementara itu di tempat terpisah, satu orang Narapidana (Napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Marabahan, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, penerima remisi Natal 2017 langsung mendapatkan pembebasan setelah dilakukan pemotongan masa tahanan yang diberikan.

“Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan, memberikan remisi khusus Natal Tahun 2017 kepada 59 warga binaan pemasyarakatan dan satu orang di antaranya langsung menghirup udara bebas,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Anas Saeful Anwar di Banjarmasin.

Di Kalsel, remisi khusus Natal 2017 diberikan kepada 40 orang untuk warga binaan pidana umum dan 19 orang pidana khusus seperti narkotika dan korupsi. Lapas paling banyak memperoleh remisi adalah Lapas Narkotika Karang Intan ada 19 orang, disusul Lapas Banjarmasin 18 orang dan Lapas Kotabaru sembilan orang, sementara Lapas Tanjung dan Banjarbaru masing-masing dua orang dan Rutan Pelaihari satu orang.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel Imam Suyudi di Banjarmasin, menyampaikan, dari jumlah narapidana yang memperoleh remisi tersebut berpotensi menghemat anggaran biaya makan apabila dikalikan potongan masa tahanan dikalikan dengan biaya kurang lebih Rp 14.000 per orang per hari.

“Ditambahkan lagi program pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), cuti menjelang bebas (CMB) dan remisi juga salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan over kapasitas penghuni,” ucapnya.

Selain itu juga dilakukan program redistribusi penghuni dengan memindah ke Lapas atau Rutan yang tidak over kapasitas namun rata-rata Lapas dan Rutan di Kalsel sudah over kapasitas. Jumlah tahanan dan narapidana se-Kalsel per tanggal 22 Desember 2017 sebanyak 6.381 orang, terdiri dari 1.397 tahanan dan 4.984 narapidana dari total kapasitas hanya 2.981 pada delapan Lapas dan enam Rutan yang ada di Kalsel. (Ant)

Lihat juga...