Akbar Tandjung: Munaslub Golkar Momentum Bangun Nilai-nilai Kebaruan

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar, Akbar Tandjung mengatakan, melihat realitas saat ini, perlu dilakukan rehabilitasi. Membangun Golkar dengan nilai-nilai baru sebagai bentuk perbaikan.

“Ini momentum (tepat) bukan hanya perubahan kepemimpinan, tetapi juga perubahan membangun Golkar dengan nilai-nilai baru sebagai perbaikan nilai-nilai yang selama ini banyak diwarnai dalam perkembangannya,” kata Akbar Tandjung saat ditemui Cendana News usai pertemuan silaturahmi tokoh senior dan menteri era Presiden Soeharto di kediaman Jalan Cendana, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurutnya, nilai-nilai baru antara lain terkait dengan kepemimpinan yang menjunjung tinggi integritas, nilai-nilai yang dilandasi idealisme untuk membangun bangsa dan negara dalam karya dan kekaryaan dalam berbagai ruang-ruang pembangunan.

Bagi Akbar, momentum saat ini untuk menyesuaikan perkembangan zaman. Momentum ini, lanjutnya, harus digunakan untuk melakukan perbaikan.

“Yang terjadi sekarang ini, terutama Golkar dalam pandangan atau opini publik, elektabilitas keterpilihan terus menurun. Ini kan jadi catatan, karena selama Orde Baru selalu menjadi pemenang, bahkan ketika Golkar pernah mengalami tekanan berat, masih bisa menjadi pemenang,” ungkap Akbar Tandjung.

Situasi Golkar saat ini, kata Akbar, karena Munas Golkar melihat perkembangan yang terbaru dan bukan lima tahunan, maka namanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Sekarang ini, boleh dikatakan 34 DPD I seluruh provinsi meminta diselenggarakan Munaslub.

“Begitulah mekanismenya, di situ forumnya. Di situ nanti dibicarakan apa saja langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan Partai Golkar. Yang sudah pasti terutama adalah kepemimpinan baru, yang mengusulkan adalah DPD-DPD, karena mereka yang mempunyai hak suara,” jelasnya.

Terkait kesediaan Titiek Soeharto untuk maju berdasarkan asprirasi yang berkembang, menurut Akbar itu menjadi hak setiap pemimpin Partai Golkar.

“Dalam konteks Mbak Titiek, ya memang ia sudah menempati posisi cukup penting di DPP Golkar dalam Dewan Pakar. Juga sebagai anggota DPR. Dengan poisisi itu, sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi (calon) ketua umum. Selanjutnya, tentu serahkan ke mekanisme Golkar,” tutupnya.

Lihat juga...