Akhir Tahun, Jasa Transportasi Penyeberangan Laut, Meningkat

LAMPUNG – Geliat arus transportasi penyeberangan laut dari Pulau Sebesi Kecamatan Rajabasa serta pulau lain di gugusan Krakatau di antaranya Pulau Sebuku mulai meningkat sejak sepekan terakhir.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Agus (40) salah satu penyedia jasa kapal motor penumpang untuk penyeberangan antarpulau. Ia menyebut, dibandingkan hari biasa arus penyeberangan melalui dermaga Canti mulai meningkat sekitar 30 persen baik oleh warga biasa maupun wisatawan yang akan menikmati keindahan alam bawah laut Pulau Sebesi dan melihat Gunung Krakatau.

Sejumlah wisatawan yang akan menyeberang ke Pulau Sebesi Lampung Selatan mempergunakan jasa kapal milik warga. [Foto: Henk Widi]
Agus mengaku, jadwal keberangkatan kapal motor penumpang dengan kapasitas mencapai 60 penumpang dimulai setiap hari pada pukul 07.00 WIB dan siang hari mulai pukul 13.00 WIB untuk menghubungkan daratan Pulau Sumatera dan dua pulau besar berpenghuni di wilayah tersebut di antaranya Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku.

Kebutuhan pokok yang dipasok dari Pulau Sumatera menuju ke Pulau Sebesi dan Sebuku disebut Agus merupakan komoditas yang tidak ada di wilayah tersebut meliputi bahan bakar, keperluan rumah tangga, bahan bangunan. Sebaliknya hasil bumi dari Pulau Sebuku, Sebesi diangkut untuk dijual ke Pulau Sumatera.

“Sepekan terakhir jumlah pengguna jasa penyeberangan memang meningkat karena libur sekolah. Banyak anak sekolah yang selama ini bersekolah di daratan Pulau Sumatera dijemput orang tuanya untuk pulang ke Pulau Sebesi sekaligus sebagian berbelanja kebutuhan pokok,” terang Agus, saat salah satu penyedia jasa penyeberangan dengan kapal motor penumpang saat ditemui Cendana News di dermaga Pelabuhan Canti Desa Canti Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Senin (18/12/2017).

Arus transportasi yang meningkat tersebut juga diakui oleh Sunarso selaku Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) cabang Pelabuhan Canti yang membawahi buruh angkut yang bekerja di dermaga Pelabuhan Canti.

Angkutan barang dari Pulau Sebesi berupa hasil bumi diantaranya kopra, kelapa butiran, kakao serta sayuran dan sebaliknya kebutuhan pokok yang didatangkan dari Pulau Sumatera diantaranya elpiji, bahan bangunan serta kebutuhan pokok lainnya kerap harus diangkut mempergunakan gerobak. Memanfaatkan jasa buruh pelabuhan.

Sunarso menyebut, selain mempergunakan jasa kapal motor penyeberangan untuk pengangkutan kebutuhan sehari-hari masyarakat Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku, sebagian warga juga memanfaatkan jasa perahu nelayan yang sehari-hari bekerja menangkap ikan di perairan wilayah tersebut.

Warga asal Pulau Sebuku seusai melakukan aktivitas di Pulau Sumatera kembali memanfaatkan jasa perahu nelayan di dermaga Pelabuhan Canti Kecamatan Rajabasa. [Foto: Henk Widi]
Upah buruh angkut di dermaga tersebut diakuinya sesuai dengan kesepakatan bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp50 ribu bahkan lebih menyesuaikan volume dan jenis barang yang diangkut.

Burhan, salah satu nelayan yang memanfaatkan tingginya arus tranportasi saat liburan mulai berlangsung menyebut, ia sengaja memanfaatkan waktu menyediakan jasa pengangkutan dari Pulau Sebuku ke dermaga Pelabuhan Canti dengan sistem carter karena di wilayah tersebut ada sebagian kampung yang lokasinya jauh dari akses dermaga di Dusun Teluk Bangkai. Sesuai kesepakatan ongkos umumnya rata-rata per orang penumpang disebutnya membayar Rp20.000 untuk menyeberang sekali jalan.

“Karena sudah dicarter biasanya saya tetap menunggu hingga penumpang yang saya antar kembali melakukan aktivitas berbelanja dan biasanya diberi waktu sehingga pulang dengan perahu milik saya,” terang Burhan.

Perahu yang biasanya dipergunakan untuk mencari ikan pada malam hari tersebut diakuinya kerap dicarter untuk mengantar warga dengan rata-rata Rp500.000 pulang pergi dengan kapasitas penumpang hingga 10 orang penumpang anak-anak dan orang dewasa. Meski mempergunakan perahu nelayan namun ia menyebut standar keamanan juga disiapkan dengan penyediaan jaket pelampung terutama saat kondisi cuaca sedang gelombang tinggi.

Pekerjaan utama sebagai nelayan selama musim liburan kerap disebutnya menjadi sumber rejeki karena banyak wisatawan penghobi memancing yang menggunakan jasa kapal miliknya untuk mengantar ke sejumlah spot memancing dengan biaya sekitar Rp2 juta. Selain itu, jelang tahun baru seperti pada tahun sebelumnya kapal miliknya bahkan dicarter untuk mengantar ke Pulau Krakatau dan juga mengunjungi titik snorkeling dan diving di Pulau Umang Umang.

Selain memberi keuntungan bagi sejumlah buruh angkut meningkatnya arus transportasi barang dan penumpang melalui dermaga Pelabuhan Canti juga memberi keuntungan secara finansial bagi sejumlah nelayan yang menyediakan jasa penyeberangan bagi penumpang umum warga Pulau Sebesi dan Sebuku serta sejumlah wisatawan.

Kesibukan di dermaga Pelabuhan Canti Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...