Akhir Tahun, Kasus Narkoba di Karanganyar, Meningkat

SOLO – Menjelang akhir tahun, Polres Karanganyar, Jawa Tengah, melakukan evaluasi penanganan kasus yang terjadi selama 2017. Hasilnya, kasus narkoba memiliki tren meningkat dibanding kasus lainnya.

Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto kepada awak media menjelaskan, kasus narkoba yang berhasil diungkap oleh petugas selama 2017 meningkat cukup tajam jika dibanding dengan 2016 silam, karena dari 28 kasus naik menjadi 38 kasus pada tahun ini. Meningkatnya kasus narkoba tak lepas dari kerja keras petugas dalam menjalankan program Polri untuk memberantas peredaran obat-obatan terlarang tersbeut.

“Jadi meningkatnya kasus narkoba bukan sebuah kemunduran, tetapi keberhasilan petugas mengungkap kasus. Beda kalau angka kecelakaan atau tindak kriminal lainnya,” jelas Kapolres, Rabu (27/12/2017).

Saat evaluasi akhir tahun ini, Satuan Narkoba Polres Karanganyar berhasil mengungkap dua kasus yang berkaitan dengan obat-obatan terlarang. Diantaranya penangkapan pengedar 653 butir obat penenang jenis Clomethiazole, yang dilakukan Adi Catur, warga Tasikmadu, Karanganyar. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya.

“Yang bersangkutan sudah menjual obat penenang ini kepada 3 anak jalanan yang saat itu akan melihat konser Slank di Karanganyar. Dia menjual obat penenang seharga Rp 2500 per butir,” ungkapnya.

Dari penyelidikan, Catur membeli obat penenang tersebut secara online kepada AH, yang berada di Jakarta. Sementara disisi lain, petugas berhasil menangkap DP, pengedar sabu yang kedapatan membawa 0,33 gram. Pelaku dikenai pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan diancam hukuman maksimal penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. “Sedangkan DP diancam dengan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 milliar,” tandas AKBP Henik.

Sementara itu, untuk kasus kecelakaan lalulitas, tindak pidana ringan (tipiring) dan pidana yang ditangani Polres Karanganyar terlihat menurun dibandingkan tahun lalu. Seperti peredaran minuman keras (miras) dan prostitusi, jika pada 2016 terdapat 313 kasus,  2017 menurun menjadi 189 kasus. Total denda pengungkapan kasus tipiring yang telah mendapat vonis Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar selama 2017 mencapai Rp 213 juta.

“Untuk kasus kecelakaan di wilayah hukum Polres Karanganyar juga menurun dari 1.014 perkara pada 2016 menjadi 934 kasus pada 2017. Kita berterima kasih kepada masyarakat yang turut membantu dalam menciptakan kondusivitas di Karanganyar,” pungkasnya.

Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto menunjukkan shabu dan obat terlarang dalam gelar kasus narkoba akhir tahun 2017. Foto: Harun Alrosid
Lihat juga...