Akhir Tahun, Kebutuhan Pokok di Balikpapan, Aman

Editor: Satmoko

40
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, M Saufan. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Jelang perayaan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru 2018, kebutuhan pangan khususnya kebutuhan pokok di Kota Balikpapan aman hingga 4 bulan ke depan. Kepastian amannya stok kebutuhan pokok, telah diantisipasi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Faktor cuaca saat ini diketahui belum berimbas langsung pada pasokan kebutuhan bahan baku yang banyak didatangkan dari Jawa Timur dan Sulawesi. Begitu pula dengan harga kebutuhan pokok yang kini masih stabil.

“Stok barang pada akhir November 2017 masih cukup hingga 4 bulan ke depan. Sekarang yang perlu diantisipasi adalah perubahan cuaca karena dapat informasi gelombang laut 3-4 meter, ditambah daerah produksi juga musim banjir. Mudah-mudahan dengan stok yang ada tidak mengganggu kedatangan stok yang baru ke kota,” terang Kepala Dinas Perdagangan Kota, M Saufan, Kamis (7/12/2017).

Beras Bulog. Foto: Ferry Cahyanti

Menurutnya, faktor cuaca sejauh ini belum mempengaruhi harga. Hanya saja kenaikan harga sedikit terjadi kemungkinan. Namun hal itu lebih karena jelang hari-hari besar.

“Biasa kalau mau Natal dan tahun baru dinaik-naikan sedikit ya cari untung tambahanlah bukan karena faktor cuaca atau stok yang menipis. Yang jelas kebutuhan pokok masih cukup,” sebutnya.

Saufan mengatakan kondisi cuaca yang kurang baik berlangsung hingga Maret. Hal ini memang cukup merepotkan bagi pasokan stok. Namun dari informasi BMKG diperoleh situasi cuaca akan mereda pada Januari mendatang.

Sementara itu, Badan Urusan Logistik Divisi Regional Kalimantan Timur dan Utara memastikan stok raskin di wilayah Kaltimra juga aman hingga 5,4 bulan ke depan. Bulog merencanakan penyaluran beras yang menjadi tugas public service oblige (PSO) ini sebanyak 2.410 ton tiap bulan.

Kepala Bulog Divre Kaltimra Muhammad Anwar menjamin ketersediaan beras untuk masyarakat baik raskin maupun beras umum (komersil) terpenuhi dengan baik.

“Ketahanan beras komersial mencapai sebulan ke depan dengan rencana penyaluran 377 ton tiap bulan,” tandasnya.

Dikatakannya, suplai beras masih mengandalkan dua daerah penghasil luar daerah, yaitu Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Namun sangat disayangkan penyerapan beras pada 2017 tak mencapai target. Dari 15.500 ton baru penyerapan, masih kurang 20 persen dari target 2017.

Saat ini ketersediaan beras hingga Desember 2017 melebihi 12 ribu ton, sementara jumlah kebutuhan masyarakat terhadap beras sejak bulan lalu mencapai lebih 25 ribu ton.

“Kebutuhan beras PSO cukup tinggi seperti untuk Tanjung Redeb, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, dan Tanah Grogot,” pungkasnya.

Komentar