Akhir Tahun, TMII Tampilkan Nitra Mapping Show

JAKARTA – Memeriahkan pesta Tahun Baru 2018, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyuguhkan tayangan animasi dengan teknologi immersive untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia.

Pertunjukan ini mengedepankan Nitra, maskot TMII sebagai tokoh utama yang menyampaikan cerita-cerita Nusantara pada tayangan video mapping di Istana Anak-Anak Indonesia.

“Nitra Mapping Show akan ditayangkan secara terus menerus di Istana Anak-Anak Istana dari pukul 10.00-00.00 WIB. Sehingga ketika kembang api sebanyak 6018 ditembakkan bersamaan juga dengan video Nitra Mapping Show yang ditayangkan,” kata Ketua Panitia Pekan TMII, Dyono.

Dia menjelaskan, Anjani Putra atau Nitra yang populer dengan nama Hanoman adalah kera putih bersih keturunan dewa. Nitra merupakan makhluk perkasa yang berjuang tanpa pamrih dalam membela dan menegakkan kebenaran serta membasmi keangkaramurkaan.

Nitra, sosok yang jujur, pemberani, sopan juga punya harga diri, rendah hati, setia dan teguh pada pendirian.

Karena keluhuran budinya, kata Dyono, Nitra terpilih sebagai maskot TMII, dengan tujuan agar keseluruhan budi pekertinya dijadikan suri tauladan dan sumber inspirasi yang menyatu dan senapas dengan visi misi TMII.

“Yaitu sebagai pelestari dan pengembangan budaya yang mewariskan nilai-nilai luhur untuk generasi muda,” jelasnya.

TMII, sebut Dyono, telah ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sebagai wahana pembentukan masyarakat informasi yang berbasis teknologi komunikasi dan informatika. Sehingga nanti akan ada pertunjukan yang spektakuler terkait dengan Nitra Mapping Show di Istana Anak-Anak Indonesia, pada 23 Desember 2017-1 Januari 2018.

Suguhan Nitra Mapping Shop ini, untuk menyampaikan informasi agar selaras dengan budaya masa kini. Diperlukan langkah yang menyentuh perasaan dengan cara yang jauh lebih mengena dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Prinsip immersive yang teknologi tayangan video Nitra Mapping Show adalah memancing rasa ingin tahu, memberi ilusi yang menarik. Sehingga dapat digunakan untuk menyampaikan cerita atau informasi dengan cara yang lebih menyegarkan, atraktif dan memberikan pengalaman baru.

Menurut Dyono, TMII sebagai pelestari dan pengembangan warisan budaya Nusantara ingin menggunakan Nitra untuk mengajak penonton mengenal kembali ragam budaya yang ditampilkan dalam tayangan animasi.

“Kami bekerjasama dengan Gaung Holution membuat Nitra menjadi hidup untuk membawakan wisdom, semangat, dan mewariskan nilai-nilai luhur untuk generasi muda,” ungkapnya.

Jika dulu, lanjutnya, tokoh seperti Nitra dibawakan oleh Wali Songo untuk menyampaikan informasi dan memersuasi penonton melalui pertunjukan wayang.

Kini, TMII menyampaikan informasi melalui teknologi immersive yang lebih kekinian.

“Nitra Mapping Show, langkah awal TMII menjadi TMII yang Now,” tegas Dyono.

Lihat juga...