Akhir Tahun, Usaha Tambal Ban Alami Peningkatan

LAMPUNG – Arus liburan dengan intensitas kendaraan yang mulai meningkat menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung untuk menyeberang ke Pulau Jawa dan sebaliknya dari wilayah Pulau Jawa menuju ke ke Pulau Sumatera berdampak positif bagi pemilik usaha jasa tambal ban di Jalan Lintas Timur Sumatera.

Salah satu pemilik usaha tambal ban di KM 01 Jalan Lintas Timur Sumatera, Wahyudi (35) menyebut sudah membuka usaha tambal ban sejak dua tahun silam setelah sebelumnya pernah membuka usaha sejenis di Lampung Tengah.

Wahyudi yang kini tinggal di Muara Piluk Atas Bakauheni menyebut, membuka usaha tambal ban tersebut tepat satu kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Ia membuka penyediaan jasa tambal ban, reparasi kendaraan roda dua, tambah angin, dan ganti ban baru yang kerap diminta oleh pengguna kendaraan roda dua yang melintas di jalan lintas timur.

Hasil yang lumayan diakuinya membuat usaha tersebut menjadi tumpuan hidup bagi keluarganya bahkan sang anak pun ikut membantu usaha sang ayah.

“Usaha tambal ban memang menjamur di sepanjang jalan lintas timur dan jalan lintas Sumatera terutama saat arus liburan hari raya, hari libur sekolah serta libur pergantian tahun,” terang Wahyudi, salah satu pemilik usaha tambal ban yang berada di jalan lintas timur Sumatera, saat ditemui Cendana News tengah melakukan proses penambahan angin milik salah satu pengguna kendaraan roda dua yang melintas, Selasa (19/12/2017).

Saat arus liburan jelang Natal Wahyudi menyebut, sebagian pemilik tambal ban yang berada di wilayah kecamatan Penengahan bahkan mulai membuat jasa penyediaan tambah angin dan tambal dadakan di pintu masuk dan pintu keluar pelabuhan Bakauheni.

Penyediaan jasa tambal ban dan beberapa persoalan kendaraan roda dua bahkan menjadi peluang bagi pemilik jasa tersebut meski Wahyudi tetap bertahan di lokasi permanen yang dimilikinya terbuat dari bangunan kayu.

Wahyudi memastikan, saat ini sejak tiga hari terakhir, usaha jasa tambal ban beserta pelayanan jasa lain diantaranya isi angin, ganti ban baru mulai meningkat sebesar 20 persen didominasi kendaraan roda dua yang akan menyeberang ke Pulau Jawa dari beberapa wilayah di Lampung untuk berlibur dan sebaliknya pengendara dari wilayah Pulau Jawa yang menyeberang ke Pulau Sumatera.

Riantoni, penambal ban cilik yang membantu orang tuanya selama arus liburan. [Foto: Henk Widi]
Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan saat hari biasa dengan jumlah kendaraan yang melintas lebih sedikit.

Antisipasi kenaikan konsumen pengguna jasa tambal ban tersebut diakuinya membuat ia menambah jumlah ban baru serta peralatan lain yang dibutuhkan dalam penyediaan jasa bagi pengendara roda dua tersebut.

Lihat juga...