Akibat Abrasi Jalan Pantura Flores Terancam Putus

MAUMERE — Jalan Pantai Utara (Pantura) Flores yang berada persis di pesisir pantai terancam putus akibat tergerus abrasi meski pemerintah sudah membangun dan memperbaiki tanggul penahan gelombang di sepanjang jalur dari Desa Kolisia hingga Desa Reroroja di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.

“Ombaknya sangat besar sehingga air laut kadang menggenangi jalan dan membuat jalan ambruk.Awalnya tembok penahan gelombang ambruk sehingga ombak langsung menggerus badan jalan,” ungkap Andrianus Sari, Rabu (13/12/2017).

Ditemui Cendana News di Desa Kolisia B, Ardi sapannya mengatakan, pembangunan jalan prioritas nasional ini sudah lama tidak dilanjutkan.Terakhir dikerjakan sekitar 7 tahun silam dan setelah itu tidak ada perawatan sehingga banyak ruas jalan yang sudah berlubang dan terancam putus.

“Tahun 2016 lalu di Kor,o Desa Reroroja jalan putus hampir 300 meter akibat tergerus ombak dan pemerintah langsung memperbaikinya karena aktivitas lalu lintas antar kabupaten Sikka menuju Ende dan Nagekeo terhenti,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Ardi, jalan tersebut pun terancam putus kembali. Kerusakan yang paling parah terjadi sejak dari Desa Kolisia hingga Desa Magepanda dengan jarak sekitar 2 kilometer di mana tanggul penahan dan sisi jalan sebelah utara sudah ambruk.

“Kalau hanya mengandalkan dana dari pemerintah provinsi tentu sulit sehingga tidak heran kalau jalan ini tidak pernah diperbaiki kecuali terputus total.Selama masih bisa dilewati kendaraan praktis jalan dibiarkan saja rusak,” sesalnya.

Kepala Desa Kolisia B Yuvensius Dindus juga membenarkan adanya badan jalan yang terancam putus akibat abrasi.Menurutnya, abrasi semakin parah terjadi sejak rusaknya hutan bakau sepanjang pesisir pantai dari Desa Reroroja hingga ke Desa Kolisia yang dulunya sangat padat.

Banyak bakau yang sudah berumur tua mati dan tidak ada peremajaan lagi.
Selain itu juga kata Yuvensius, banyak juga bakau yang ditebang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab secara sembunyi-sembunyi sehingga membuat pesisir pantai menjadi gundul.

“Saat Januari hingga Februari ombaknya sangat besar sehingga dikuatirkan jalan yang sudah sebagian ambruk tergerus abrasi akan semakin rusak dan terancam putus,” sebutnya.

Saat musim ombak besar tersebut terang Yuvensius, air laut meluap hingga ke badan jalan.Bahkan pengendara yang tidak hati-hati akan terkena percikan ombak saat melintas di jalan trans utara tersebut.

Kepala Desa Kolisis B, Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Yuvensius Dindus- Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...