Alu-alu, Jajanan khas Tegal yang Nikmat, Gurih dan Kenyal

TEGAL — Setiap daerah tentu punya jajanan khasnya masing-masing. Begitu juga dengan Tegal punya jajanan khas tradisional bernama alu-alu. Sebuah jajanan yang terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang seperti lontong, namun perbedaannya kalau alu-alu bungkusnya lonjong. Jajanan ini memiliki rasa yang nikmat, gurih dan kenyal.

Mbakyu Warsih, begitu panggilan akrab penjual alu-alu, mengatakan kalau jajanan tersebut sudah jarang orang yang menjual.

“Saya menjual alu-alu ini menggantikan ibu saya yang sudah tua,” katanya kepada Cendana News, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Wasih, cara membuat jajanan alu-alu ini tidak berbeda jauh seperti membuat lontong. “Mudah kok cara membuatnya,” ucapnya mantap.

Mbakyu Warsih, penjual Alu-alu (foto Akhmad Sekhu)

Awalnya, cuci beras ketan yang mau digunakan. Kemudian, rendam beras ketan sekitar tiga jam. Setelah itu tiriskan. Beras ketan yang sudah ditiriskan kemudian dibungkus dengan daun pisang. Setelah itu rebus sekitar 1,5 jam sudah jadi jajanan alu-alunya.

“Cara membungkusnya hampir mirip seperti lontong, tapi kalau alu-alu dibungkus dengan lonjong,” terangnya.

Kemudian, penyajiannya alu-alu dicampur parutan kelapa yang dilumuri merata pada bagian luarnya dengan ditambah sedikit garam.

“Penambahan garam ini agar supaya rasanya gurih, “ ujarnya.

Jajanan alu-alu ini tidak bertahan lama karena teksturnya yang lembek dan dicampur dengan kelapa. “Jajanan alu-alu paling enak disantap saat masih hangat, “ tandasnya.

Lihat juga...