Ancaman Rawan Pangan Merata di Kabupaten Sikka

MAUMERE — Berdasarkan analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) menemukan bahwa ancaman rawan pangan sementara atau Transien masih terjadi di 21 kecamatan yang ada di kabupaten Sikka yang diakibatkan oleh ancaman bencana seperi angin kencang, banjir, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau hama pada lahan pertanian.

“Hasil analisis KPG menemukan keadaan Oktober 2017 dari indikator komposit ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan menemukan kategori rawan pada semua kecamatan,” jelas Ir.Mauritius T.da Cunha, Sabtu (9/12/2017).

Dikatakan Mauritius, kejadian bencana alam pada tahun 2017 seperti angin kencang, banjir, serangan OPT dapat menyebabkan gagal tanam dan gagal panen pada beberapa wilayah.

Pemantauan dan investigasi oleh Tim SKPG kabupaten Sikka pada bulan Agustus hingga September 2017 terang Mauritius, menemukan bahwa ketersediaan pangan masyarakat sudah mulai menurun.

Daya beli masyarakat rendah untuk mengakses pangan hal ini disebabkan komoditi perkebunan seperti kakao, cengkeh, jambu mente gagal panen dan di sektor peternakan kematian ternak babi secara masif.

“Pola konsumsi dan frekuensi masyarakat mulai berubah seperti di desa Natar Mage kecamatan Waiblama sudah mengkonsumi ubi hutan (Magar) setiap hari selama 2 bulan,” tuturnya.

Terdapat 80 desa sambung Mauritius, yang mengajukan permohonan bantuan pangan untuk mengatasi kekurangan pangan masyarakat. Saat verifikasi terhadap Kepala Keluarga (KK) yang diajukan maka terdapat 3.238 KK yang layak diintervensi bantuan pangan.

Kepala dinas Ketahanan Pangan kabupaten Sikka Ir.Mauritius T.da Cunha. Foto : Ebed de Rosary

Intervensi bantuan pangan sebagai penanggulangan darurat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat lanjutnya, bersumber cadangan pangan Pemerintah Pusat yang menjadi kewenangan Bupati yang dikelola oleh Dinas Sosial kabupaten Sikka dan Cadangan Pangan Pernerintah Daerah yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Sikka.

Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera saat rapat kordinasi Ketahanan Pangan di Dinas Ketahanan Pangan Jumat (8/12/2017) sore meminta agar dinas Pertanian, dinas Sosial serta dinas Ketahanan Pangan selalu mengambil langkah mengantisipasi ancaman rawan pangan ini.

Ansar mengatakan, dinas Pertanian melalui petugas penyuluh lapangan harus selalu memantau agar para petani bisa melakukan penanaman padi dan jagung serta tanaman pertanian lainnya saat musim tanam ini sesuai dengan predisksi yang disampaikan.

“Petugas di lapangan harus terus melakukan pemantauan serta petugas pengendali hama juga harus selalu berada di lokasi agar bisa terus memantau kondisi yang terjadi di lahan pertanian. Jangan sampai petugas lebih banyak berada di kota Maumere saja,” pesannya.

Lihat juga...