Andi Narogong Dituntut 8 Tahun Penjara

Editor: Koko Triarko

52
Terdakwa Andi Narogong terdiam usai mendengarkan pembacaan tuntutan 8 tahun penjara. –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Anggota JPU KPK menuntut terdakwa kasus suap KTP-El, Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan tuntutan 8 tahun penjara.

“Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dinyatakan telah terbukti bersalah, karena melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan KTP elektronik berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara bersama-sama dengan tujuan memperkaya diri sendiri, orang lain maupun korporasi”, kata Mufti Nur Irawan, Anggota JPU KPK di Gedung KPK Jakarta, Kamis (7/12/2017) malam.

John Halasan Butar Butar, Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan (tengah). –Foto: Eko Sulestyono

Anggota JPU KPK Multi Nur Irawan juga menambahkan, terdakwa Andi Narogong dengan sejumlah pihak yang terkait lainnya telah terbukti atau sengaja mengarahkan sejumlah perusahaan yang tergabung dalam tiga konsorsium untuk memenangkan lelang tender proyek pengadaan KTP-El.

Anggota JPU KPK telah menunjukkan sejumlah fakta dan bukti terkait peran dan pengaruh terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Sementara, ketiga konsorsium yang diduga terlibat dalam kasus perkara korupsi proyek pengadaan KTP-El tersebut, masing-masing adalah konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), konsorsium Murakabi Sejahtera dan konsorsium Astagraphia.

Total anggaran proyek pengadaan KTP-El mencapai R-5,9 triliun, sedangkan kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan sekitar R-2,3 triliun.

JPU KPK dalam tuntutannya juga mengatakan, bahwa terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong terbukti mempunyai hubungan atau kenal dekat dengan sejumlah pejabat penting seperti Anggota DPR RI lainnya. Salah satu orang penting yang pernah ditemui Andi Agustinus adalah Setya Novanto.

Andi Agustinus diduga juga pernah menemui sejumlah Anggota Komisi II DPR RI lainnya terkait pembahasan dan penganggaran proyek pengadaan KTP-El.

JPU KPK menduga, bahwa Andi Agustinus tidak bekerja sendirian untuk memenangkan proses lelang tender terkait proyek pengadaan KTP-El. Banyak pihak-pihak lain yang ikut membantu menyukseskan pembahasan dan penganggaran proyek pengadaan KTPEl tersebut.

Menurut pengakuan Andi Agustinus, dirinya sempat beberapa kali menemui Setya Novanto sepanjang 2010, salah satu lokasi pertemuannya di Hotel Grand Melia, Senayan, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Setya Novanto berjanji kepada Andi Agustinus, bahwa dirinya akan memberikan komitmen dengan tujuan supaya pelaksanaan terkait rencana pembahasan proyek pengadaan KTP-El berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.

Sementara itu, John Halasan Butar-Butar, Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan mengatakan, agenda persidangan tuntutan untuk terdakwa Andi Narogong dinyatakan selesai dan ditutup.

Persidangan berikutnya, yaitu pembacaan Pledoi (pembelaan) dari pihak terdakwa Andi Narogong dilaksanakan minggu depan di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Komentar