Angka Kematian Ibu di Brebes, Menurun

BREBES – Tingkat penurunan angka kematian ibu (AKI) hamil dan melahirkan di Kabupaten Brebes menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah.

“Program ‘Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng’ pada dua tahun ini berhasil menurunkan AKI dan angka kematian bayi (AKB) kita sekitar 25 persen, dan ternyata di Brebes ketika kita dorong terus-menerus, penurunannya tertinggi se-Jateng,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Kabupaten Brebes, Rabu (20/12/2017).

Dia menjelaskan, keberhasilan Kabupaten Brebes menurunkan AKI dan AKB tidak terlepas dari terobosan one student one client, yakni setiap mahasiswa akademi kebidanan ditugasi untuk mendampingi satu orang ibu hamil.

Bupati Brebes, Idza Priyanti, menambahkan pendampingan terhadap ibu hamil terus dilakukan di wilayah itu dengan melibatkan masyarakat, termasuk PKK dan mahasiswa.

“Kami bahkan memiliki gerakan ‘Brebes Kawal Wong Meteng’, yang hasilnya kematian ibu melahirkan di Brebes menurun, dari 54 kasus pada 2016 menjadi 30 kasus pada 2017 (per 20 Desember 2017 – red),” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, memerinci AKI pada 2014 mencapai 711 kasus, kemudian menurun menjadi 619 kasus pada 2015 dan kembali menurun menjadi 602 pada 2016, sedangkan hingga semester I 2017, AKI di Jateng tercatat 227 kasus.

Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan turunnya AKI di Jateng, antara lain meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan kesehatan ibu dan adanya Gerakan 5 NG, yakni ‘Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng’ yang dicanangkan pemerintah provinsi serta didukung oleh pemerintah kabupaten/kota untuk terus menekan AKI.

Gerakan 5 NG tersebut, kata dia, merupakan gerakan gotong royong yang memanfaatkan seluruh potensi masyarakat mulai dari hulu hingga hilir, yaitu dengan menggerakkan bidan desa dan kader PKK untuk mengedukasi para perempuan sejak prakehamilan, masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan.

Selain itu, mengajak masyarakat lainnya untuk memberi perhatian khusus pada ibu hamil dan sosialisasi perilaku hidup sehat. (Ant)

Lihat juga...