Antisipasi Serangan Hama, Dinas Pertanian PPU Kerahkan Tim Pemantau

PENAJAM — Antisipasi serangan hama padi, Tim pengamat penyakit tanaman dari Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur akan dikerahkan langsung untuk melakukan pengamatan. Mengingat saat ini petani mulai melakukan penanaman padi untuk musim tanam pertama.

Kabid Tanaman Pangan dan Holkultitura, Dinas Pertanian PPU, Bambang Marjuki menerangkan dalam memasukin musim tanam pertama padi petani perlu mewaspadai hama dan diminta untuk melakukan penanganan dini untuk mengantisipasi serangan hama.

“Petani dianjurkan untuk lakukan penanganan dini untuk antisipasi serangan hama. Pengamat penyakit yang akan pantau,” ucapnya, Senin (11/12/2017).

Saat ini ada 1.787 hektare sawah telah ditanami padi. Pada musim tanam tahap pertama mulai Oktober 2017 hingga Maret 2018 (Obmar). Pada Desember ini, Dinas Pertanian menargetkan 5.200 hektare tanaman padi. Sedangkan secara keseluruhan di musim tanam tahap kedua ditargetkan 10.702 hektare.

“Dari pengalaman tahun sebelumnya, penyakit penggerek batang dominasi. Makanya masuk musim tanam pertama kita antisipasi. Kami optimis sampai Maret 2018 akan tercapai,” jelas Bambang.

Tidak hanya mengantisipasi serangan hama, Dinas Pertanian masih memiliki pekerjaan besar untuk merubah pola tanam petani. Karena masih banyak petani menerapkan sistem tanam tabur benih langsung (tabela).

Bambang menambahkan sistem tanam tabel sangat rentang terserang hama dan hasil panennya cukup rendah dibandingkan sistem tanam jajar legowo.

“Ke depan, pelan-pelan akan kita benahi dan mengajak para petani menanam dengan sistem jajar legowo atau tabela,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Penajan Paser Utara menargetkan pada 2017 ini produksi padi mencapai 4,8 ton per hektarnya, dengan luas tanam seluas 16.899 hektare.

Produksi padi sendiri dilaksanakan dua kali masa tanam yaitu Oktober-Maret dan April-September dengan jenis tanaman padi gunung dan sawah.

Lihat juga...