Atlet Difabel Widiasih Targetkan Emas APG 2018

DENPASAR – Atlet angkat berat difabel asal Bali Ni Nengah Widiasih taregetkan medali emas pada Asian Para Games (APG) 2018 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober 2018 mendatang.

Widiasih menyebut, medali emas tersebut merupakan target pribadi yang ingin dicapainya. “Saya ingin mewujudkan harapan saya untuk meraih medali emas, ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018 di Jakarta,” katanya disela sosialisasi olahraga APG 2018 di Denpasar, Minggu (24/12/2017).

Meski memiliki keterbatasan fisik, Widiasih tak akan menyerah untuk mewujudkan harapan meraih prestasi di cabang olahraga tersebut. Target pribadi tersebut disebutnya menjadi upaya untuk memberikan bukti bahwa Dirinya mampu berprestasi di tengah keterbatasan fisik yang dimiliki.

Aktivitas Widiasih dalam olahraga angkat berat sebenarnya secara tak sengaja. Ketertarikan diawali ketika masih duduk di kelas V SD sering melihat sang kakak berlatih angkat berat. Bak gayung bersambut, ketertarikan tersebut mendapatkan dukungan dari seorang pelatih yang mau melatihnya.

Pelatih bernama Ketut Wija paling banyak memotivasinya untuk berlatih olahraga tersebut. “Tiap hari saya sudah ditunggu di rumah untuk diajak latihan. Bahkan nyaris setiap hari dilalui tanpa latihan. Ketika duduk di kelas satu SMP saya sudah ikut kejuaraan,” ujar wanita kelahiran 12 Desember 1989 itu.

Pada kejuaraan untuk para atlet difabel tingkat Asia Tenggara (ASEAN Para Games) di Thailand, Widiasih meraih medali perunggu. Pada ajang ASEAN Para Games berikutnya di Kuala Lumpur, ia meraih medali perak. Di dalam negeri, ia langganan medali emas seperti pada kejuaraan atlet difabel di Solo dan Bali.

Saat ini Widiasih konsisten untuk turun di kelas 41 kilogram atau 45 kg. “Sekarang saya concern di kelas 45 kg. Karena tak harus diet makan. Apalagi kekuatan lawan (atlet China) kebanyakan bermain di kelas itu,” ucapnya.

Di tingkat Asia, nama Widiasih menjadi perhitungan. Pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, sukses menyabet medali perak untuk angkatan 93 kilogram. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Dubai pada 2016 meraih perunggu dan di Rio de Janeiro berhasil untuk pergelaran Paralimpiade 2016, ia meraih perunggu.

Menurut Widiasih, keseriusan menjadi salah satu modal besarnya. Karena pada kejuaraan itu, Indonesia menjadi tuan rumah. “Saya akan berjuang dan berusaha agar bisa meraih prestasi lebih baik,” kata Widiasih, didampingi Direktur PR Media INAPGOC Ashgindo Fachreza Nasution.

Menurut dia, lawan terkuat di kelasnya adalah atlet dari China. Hampir di semua kelas atlet China ada. Ini sebuah tantangan berat, tapi kami tetap berjuang secara maksimal. “Saya berupaya bisa mengangkat beban 120 kilogram (kg). Sebab atlet China yang meraih emas angkatannya 116 kg. Dan untuk kelas 45 kg selama ini didominasi Asia. Jadi kalau bisa juara maka peluangnya jadi juara dunia. Saya mohon dukungan dan doanya dari masyarakat Indonesia,” katanya. (Ant)

Lihat juga...