Ayam Pop yang Goyang di Lidah

PADANG — Mengenal sebuah istilah pop, mungkin yang teringat adalah genre musik. Lalu, apakah ayam bisa bernyanyi pula, tentu suatu hal yang mustahil. Karena ayam pop di sini adalah sebuah nama kuliner di Minangkabau, Sumatera Barat, yang cukup terkenal, selain dari randang.

Kuliner ini merupakan masakan yang paling banyak ditemui di rumah makan atau restoran yang menyajikan masakan khas Minang. Bagi yang sangat menggemari daging ayam, akan ketagihan saat menikmati ayam pop ini.

Kenapa demikian, karena rasanya berbeda dengan masakan ayam pada umumnya, seperti goreng ayam, gulai ayam, sup ayam, dan bahkan randang ayam. Rasa yang membedakan untuk memasak ayam pop, terletak pada bumbu-bumbu yang digunakan serta cara memasak.

Ayam pop merupakan masakan yang terbilang sangat sederhana dalam penyajiannya. Sebab, bukanlah dimasak seperti memasak gulai, atau sup. Tapi, proses untuk membuat lebih banyak melakukan perebusan.

Salah seorang tukang masak di rumah makan Padang, Noraliza menjelaskan, bumbu-bumbu yang harus disiapkan itu yang pertama ialah satu ekor ayam kampung. Alasan, karena daging dan rasa lebih enak ketimbang ayam potong/ras. Untuk ayam itu, harus bersihkan dulu dari bulu-bulu dan kulitnya.

“Apabila ayam telah selesai dipotong-potong dan dibersihkan, maka selanjutnya persiapkan bumbunya,” katanya, Sabtu (23/12/2017).

Bumbu-bumbu yang dibutuhkan yakni, buah jeruk nipis, daun salam, daun jeruk, batang serai, buah asam kandis, jahe digeprek, lengkuas digeprek, air kelapa, kaldu bubuk atau penyedap sesuai selera, minyak untuk menggoreng secukupnya. Selanjutnya juga diperlukan bawang putih dan bawang merah, cabe keriting merah, cabe rawit, dan tomat merah.

Ayam yang telah dipotong-potong dilumuri dengan air jeruk nipis selama 15 menit. Setelah itu cuci bersih kembali, lalu lumuri kembali dengan bumbu yang dihaluskan selama 60 menit supaya bumbu meresap.

Langkah selanjutnya yakni proses merebus ayam. Untuk proses merebus ayam ini, hal yang pertama dilakukan yakni tuang air kelapa dalam panci/wajan lalu masukkan daun salam, daun jeruk, serai, asam kandis, jahe, lengkuas dan kaldu bubuk serta masukkan ayam yang sudah dilumuri bumbu tadi.

Masak dengan kondisi wajan tertutup hingga kuah atau rebusan air kelapa hampir habis serta bumbu menyerap. Proses memasak ayam pop tidak hanya selesai di perebusan saja, tapi untuk mendapatkan rasa yang lebih, ayam yang telah direbus bersama bumbu-bumbu, akan digoreng.

Noraliza menjelaskan, untuk proses penggorengan ayam ini, tidak perlu waktu yang lama. Karena rasa bumbu di ayam yang telah direbus itu, telah menyimpan rasa dan aroma yang menggoda. Untuk itu, ayam pop akan digoreng pada kondisi minyak yang benar-benar sudah hangat.

“Ayamnya dicelupkan ke dalam minyak goreng yang sudah panas. Bolak balikan hingga minyak yang panas itu benar-benar masuk ke dalam dagingnya,” jelasnya.

Nah, jika ayam telah selesai digoreng, saatnya menyediakan sambalnya. Karena untuk menikmati ayam pop perlu adanya sambal. Sambal yang dibuat bukan menggunakan blender, tapi harua diulek secara tradisional.

“Soal rasa sambal, bisa disesuaikan dengan selera. Bagi yang suka pedas, bisa membuat sambal yang diulek itu, murni cabe merahnya,” ucapnya.

Noraliza/Foto: Istimewa

Kini, ayam dan sambal telah tersedia, lalu bagaimana untuk menyantapnya? Untuk menikmati ayam pop ini, layaknya memakan pical ayam. Sediakan nasi di atas piring, ambil ayamnya, lalu diulek ke dalam nasi bersamaan dengan sambalnya.

Ayam yang direbus dan digoreng itu, akan menghasilkan rasa daging yang enak, karena sejumlah bumbu telah merasuki daging-daging ayam tersebut, menghasilkan cita rasa yang benar-benar goyang di lidah.

Untuk menikmati ayam pop ini, tidak hanya diwaktu kondisi ayam pop yang panas, kondisi apapun, memakan ayam pop bakalan pas.

Lihat juga...