Bahaya Mengintai Pengendara di Jalan Lingkar Pesisir Rajabasa

LAMPUNG — Gelombang pasang akibat siklon tropis dahlia pada Kamis (30/11) hingga Jumat (1/12) masih menyisakan kerusakan fasilitas umum di wilayah Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, di antaranya gazebo dan beberapa tempat berteduh wisatawan di dusun I dan dusun I Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa yang hingga kini belum diperbaiki.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kecamatan Rajabasa dengan kerusakan talud di tepi jalan lingkar pesisir tepatnya di dua titik Desa Way Muli serta Desa Rajabasa berbatasan dengan Desa Banding.

Salah satu warga Desa Kunjir, Suhardi menyebutkan, kerusakan yang cukup membahayakan dan mengancam pengendara yang melintas di ruas jalan provinsi atau dikenal dengan jalan lingkar pesisir (coastal road) di destinasi wisata pantai wartawan atau dikenal wartawan de mansion Desa Way Muli.

Sisi kiri talud dari arah Bakauheni menuju Kalianda amblas sepanjang lebih kurang 20 meter dan talud ambrol sedalam hampir dua meter.

Meski ada tanda peringatan yang dipasang oleh UPTD PUPR Rayon I Kecamatan Kalianda Rajabasa terkait jalan longsor namun tidak ada imbauan kendaraan tonase berat dilarang melintas.

Suhardi mengharapkan pihak terkait bisa segera memperbaiki kerusakan tersebut terutama di dekat pantai wartawan di Desa Way Muli serta perbatasan Desa Banding dan Desa Rajabasa agar kerusakan tidak melebar bahkan berpotensi memutus akses jalan lingkar pesisir akibat terjangan ombak laut yang terus menerus terjadi.

“Bagian aspal di lokasi yang tergerus ombak bahkan sudah menggantung dan berpotensi ambrol sewaktu-waktu,” terangnya saat ditemui Cendana News di lokasi kerusakan jalan lingkar pesisir tersebut, Sabtu (9/12/2017).

Suhardi (baju biru) memperlihatkan satu titik jalan longsor dengan tanda pita biru diantara beberapa titik jalan longsor [Foto: Henk Widi]
Sihabudin, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Way Muli menyebutkan, perbaikan sementara bisa dilakukan dengan membuat tanggul penangkis gelombang mempergunakan batu batu besar sehingga potensi kerusakan di lokasi dekat pantai wartawan tidak semakin melebar.

“Kewenangan perbaikan tentunya ada di pemerintah daerah entah kabupaten atau provinsi namun sebagai warga desa yang setiap hari melintas kami was was terutama jalur ini menjadi jalan pintas dari Bakauheni menuju Kalianda serta sebaliknya dan jalur wisata,” beber Sihabudin.

Sejumlah pengendara di antaranya Toni menyebut kerusakan akibat terjangan gelombang di titik pantai wartawan dan perbatasan Desa Rajabasa dan Desa Banding sangat membahayakan karena lokasi berada di tikungan.

Longsornya jalan akibat terjangan gelombang yang merupakan imbas siklon tropis dahlia dan terparah di Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa menurut Toni seharusnya segera diantisipasi terutama dalam beberapa pekan ke depan merupakan masa libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 dimana kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata bahari di Kecamatan Rajabasa bakal meningkat.

“Harapan kami titik longsor segera diperbaiki jangan menunggu ada korban baru akses jalan ini diperbaiki,” tutup warga Desa Way Muli tersebut.

Lihat juga...