Banyak Bangunan di Sikka Belum Penuhi Aspek Keselamatan

MAUMERE – Pembangunan berbagai fasilitas umum dan rumah pribadi di Kabupaten Sikka, selain harus tahan gempa juga harus mengadopsi prinsip-prinsip keselamatan, agar saat bencana terjadi masyarakat bisa menyelamatkan diri dengan mudah.

“Banyak bangunan umum di kabupaten Sikka, baik yang dibangun pemerintah maupun swasta belum memperhatikan aspek keselamatan manusia. Ini yang belum dipahami oleh pihak perencana,” ungkap Carolus Winfriuds Keupung, Rabu (13/12/2017).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir. -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Win, sapaannya, pemilihan bahan bangunan harus yang tahan gempa dengan mempergunakan kayu atau bambu yang banyak tersedia di Kabupaten Sikka. Bila menggunakan semen, tentunya harus diperhatikan kekuatannya disesuaikan dengan skala gempa yang sering terjadi.

“Struktur bambu semen yang diperkenalkan dinas sosial kabupaten Sikka itu sangat bagus. Harusnya ini yang dipraktekkan untuk bangunan pemerintah dan juga fasilitas umum lainnya,” tegasnya.

Win menambahkan, banyak bangunan fasilitas umum seperti sekolah dan kantor-kantor pemerintah yang dibangun tanpa memperhitungkan keselamatan, bila terjadi gempa dan tsunami. Banyak jendela yang letaknya tinggi, sehingga menyulitkan orang berlari ke luar ruangan bila terjadi gempa.

“Pintu bangunan pun harusnya membukanya ke arah luar, sehingga saat terjadi gempa atau tsunami anak-anak sekolah dan masyarakat yang berada di kantor-kantor pemerintah atau swasta bisa mudah berlari ke luar ruangan,” tuturnya.

Lihat juga...