Banyak Guru Honorer Mengajar di SD Negeri

MAUMERE – Banyaknya guru negeri di Kabupaten Sikka yang bertugas di sekolah swasta, mengakibatkan sekolah-sekolah negeri kekurangan guru dan harus diisi oleh guru-guru swasta yang kebanyakan merupakan guru honor komite.

“Sebenarnya jumlah guru berstatus pegawai negeri di kabupaten Sikka mencukupi, namun akibat sekolah-sekolah swasta kekurangan guru, sehingga guru negeri ditempatkan di sekolah-sekolah swasta yang didirikan yayasan,” ungkap Stef Sumandi, Kamis (14/12/2017).

Anggota DPRD Sikka, Steg Sumandi, -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan anggota Komisi III DPRD Sikka ini, sekolah-sekolah swasta memang didirikan dengan niat baik untuk mencerdaskan masyarakat terutama masyarakat desa. Namun dalam perjalanannya, sekolah-sekolah tersebut kekurangan guru sehingga pemerintah berinisiatif menempatkan guru negeri di sekolah swasta.

“Kalau melihat rasio guru negeri dan sekolah negeri memang mencukupi. Namun, akibat mereka bertugas di sekolah swasta, maka sekolah negeri di pelosok desa terpaksa ditempati guru honor yang gajinya berasal dari komite,” ungkapnya.

Pemerintah kabupaten Sikka bersama DPRD Sikka memang telah bersepakat mengalokasikan dana sebulan 500 ribu rupiah untuk intensif bagi guru honor komite. Dengan demikian, guru-guru tersebut bisa mendapatkan tambahan penghasilan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Simon Subsidi, S.Sos., mengakui memang jumlah guru negeri untuk saat ini mencukupi dan penerimaan guru berstatus pegawai negeri masih belum dilakukan karena masih ada moratorium.

Menurut Simon, penerimaan guru berstatus pegawai negeri nantinya hanya akan mengisi jumlah guru negeri yang pensiun saja. Sementara untuk guru komite dengan gaji yang masih minim memang sudah ada tambahan sehingga 750 orang saja yang diberi honor dari dana APBD Sikka.

“Pemerintah dan DPRD Sikka hanya menyepakati pemberian intensif atau honor bagi 750 guru saja di 2018 nanti, sehingga sisanya masih mendapat honor dari komite sekolah,” ungkapnya.

Dari sekitar 1.200 guru komite sekolah di kabupaten Sikka, tambah Simon, masih sekitar 450 guru honor komite saja yang tersisa. Namun, jumlah tersebut tentu akan meningkat mengingat akan ada penambahan sekolah dasar baru di 2018, bila usulan dari masyarakat diterima.

“Banyak sekolah swasta yang kesulitan dana, sehingga mereka tidak mampu membayar guru dengan gaji yang layak sehingga kekurangan guru diisi dari guru negeri. Kami selalu menempatkan guru negeri satu atau dua orang di sekolah negeri di desa dan sisanya diisi guru honor komite,” pungkasnya.

Lihat juga...