Berkhianat, Mantan Menteri Somalia Ditahan Pasukan Keamanan

MOGADISHU – Pasukan keamanan Somalia menahan seorang mantan menteri dan calon presiden. Penahanan dilakukan dalam sebuah serangan malam yang menyebabkan tewasnya lima orang pengawal.

Juru bicara Kementerian Keamanan Internal Abdiasisasis Ali mengatakan, mantan menteri bernama Abdirahman Abdishakur dituduh melakukan pengkhianatan. Abdishakur adalah politisi oposisi dan kritikus terang-terangan atas pemerintahan lemah dukungan PBB, yang dipimpin Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed.

“Mantan menteri tersebut ditangkap secara sah dengan keputusan jaksa agung dan menteri keamanan dalam negeri. Dia dituduh melakukan pengkhianatan. Penjaga keamanannya melawan pasukan keamanan,” kata juru bicara Abdiasisasis Ali, Senin (18/12/2017).

Polisi memastikan lima pengawal Abdishakur tewas dalam serangan tersebut. Sementara seorang tetua setempat, Abdullahi Ali mengatakan, Abdishakur terluka karena peluru nyasar.

Penggerebekan tersebut memicu reaksi kemarahan dari anggota parlemen dan pemrotes. Ratusan orang berbaris di Mogadishu pada Senin (18/12/2017) saat pasukan pemerintah dikerahkan untuk memblokir jalan utama. “Yang pemerintah lakukan adalah melawan Islam dan politik sehat,” kata anggota parlemen Mahad Salad.

Salad secara tegas mengutuk tindakan pemerintah yang disebutnya tidak bermoral tersebut. Oleh karenanya Salad meminta pemerintah dalam hal ini pasukan keamanan untuk membebaskan mantan menteri tersebut.

Pemilihan presiden pada Februari lalu dipuji oleh para donor Barat sebagai langkah maju yang sederhana dari pemilihan sebelumnya. Aktivitas tersebut memunculkan harapan bahwa negara tersebut dapat secara lebih efektif memerangi gerilyawan. Tapi pemberontak menyerang dengan serangan yang lebih besar dan lebih mematikan di ibu kota dan kota-kota besar. (Ant)

Lihat juga...