Biddokkes Polda Lampung Periksa Ratusan Warga di Bus Poliklinik

LAMPUNG — Liburan panjang siswa sekolah dan pekerja sekaligus merayakan libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 personil Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Lampung menyiagakan personil, peralatan kesehatan di bus poliklinik, obat obatan dan petugas medis di area terminal antar moda Pelabuhan Bakauheni.

Ajun Inspektur Dua Munari mendampingi Kepala Sub Bidang Dokpol Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi Legowo Hamijaya menyebut petugas disiagakan sejak Jumat (22/12/2017) hingga Selasa (2/1/2018).

Menurut Munari selama beberapa hari membuka posko kesehatan Biddokkes Polda Lampung sejumlah masyarakat yang akan naik ke kapal penumpang dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak memeriksakan kesehatan atas inisiatif sendiri.

Sebagian lagi merupakan inisatif dari petugas Biddokkes Polda Lampung berkeliling melakukan pemeriksaan dan mendatangi penumpang yang diduga mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan catatan sejak dibuka Biddokkes Polda Lampung dalam sehari rata rata memeriksa sebanyak 10 hingga 15 warga dari Kabupaten Pesawaran,Pringsewu dan beberapa kabupaten lain di Lampung yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kapal laut.

Lebih dari 150 warga yang berobat disebutnya merupakan calon penumpang, personil polisi yang bertugas, pengemudi serta karyawan yang bertugas di pelabuhan Bakauheni.

“Pelayanan kesehatan yang kami berikan memang bersifat penanganan keluhan penyakit ringan. Jika ada pasien yang tidak bisa kita tangani maka akan kita rujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan lanjutan dan ambulan disiagakan dari Polres Lamsel dan Polda Lampung,” terang Munari di bus poliklinik di posko kesehatan Biddokkes Polda Lampung saat ditemui Cendana News, Jumat (29/12/2017)

Petugas yang disiagakan di Pelabuhan Bakauheni dibagi dalam dua shift masing-masing terdiri daru dua dokter dan tiga para medis. Mereka disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kepada pasien yang mengalami gangguan kesehatan. Terdapat juga petugas Disaster Victim Identification (DVI) Polda Lampung.

Sebuah ruang pemeriksaan sementara dengan enam tempat tidur perawatan dan sebuah bus poliklinik yang difungsikan sebagai poliklinik kecil lengkap dengan ruang pemeriksaan,obat obatan dan petugas medis. Pelaksanaan operasi ringan dan kegawatdaruratan ringan diakuinya bahkan bisa dilakukan di bus poliklinik.

Berdasarkan data Aipda Munari menyebut keluhan masyarakat yang merupakan calon penumpang kapal diantaranya batuk, pusing, lemas, nyeri perut serta luka akibat insiden selama berada di kapal.

Selain mendapat pemeriksaan dan perawatan ratusan pasien yang sudah diperiksa juga mendapat obat secara gratis dan tetap mendapat anjuran melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit saat pasien tiba di tempat tinggalnya.

Selain melayani calon penumpang kapal,berbagai kejadian terkait kejadian di kapal dalam Operasi Lilin Krakatau 2017, Tim Biddokkes Polda Lampung juga memantau kejadian yang terjadi di dalam kapal salah satunya kejadian penumpang kapal meninggal.

Aipda Munari menyebut pihaknya mencatat adanya laporan sekitar pukul 22:00 WIB Kamis malam (28/12) salah satu penumpang KMP Jatra III dari Pelabuhan Merak Banten yang berlayar menuju ke Pelabuhan Bakauheni Lampung meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.

Penumpang bernama M.Taufiq (60) warga asal Perum Griya Piyungan Asri RT 05 RW 00 Kelurahan Srimartani Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda menggunakan ambulans milik PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni.

“Saat ada insiden di laut seperti sepekan lalu ada penumpang jatuh dari kapal dan ditemukan meninggal tim DVI Polda Lampung juga bisa dikerahkan untuk melakukan identifikasi,” terang Aipda Munari yang bertugas sebagai perawat tersebut.

Ia juga memberi himbauan kepada calon penumpang kapal agar menjaga kesehatan dalam perjalanan liburan dengan cara membawa bekal makanan, minuman.

Penumpang diminta menghindari hal hal tak diinginkan, sebaiknya tidak menerima tawaran makanan atau minuman dari orang tak dikenal saat berada di kapal atau kendaraan.

Pemberian makanan dan minuman oleh orang tak dikenal selain berpotensi merupakan makanan tidak sehat juga berpotensi menjadi modus kejahatan.

Situasi arus penumpang pejalan kaki yang akan membeli tiket penumpang di Pelabuhan Bakauheni Lampung -Foto: Henk Widi.
Lihat juga...