BKKBN Dorong Pemda Galakkan Lagi Program KB

YOGYAKARTA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan DIY gencar menekan laju pertumbuhan penduduk. Remaja kini menjadi sasaran utama program sosialisasi keluarga berencana.

Kepala BKKBN Perwakilan DIY, Bambang Marsudi, mengatakan sekitar 25 sampai 30 persen penduduk DIY saat ini adalah individu yang berusia belasan tahun hingga awal 20 tahun. Pengetahuan mengenai  bagaimana berkeluarga yang ideal dan baik amat diperlukan oleh para ‘ABG’.

“Tingkat pernikahan dini dan ketergantungan narkoba pada remaja di DIY cukup tinggi. Maka, kami fokus melakukan sosilasisasi keluarga berencana pada mereka,” ujar Bambang, di sela Seminar Refleksi Akhir Tahun Kependudukan di Yogyakarta, Selasa (5/12/2017).

Materi sosialisasi yang akan disebarkan ke remaja, di antaranya mengenai batas usia ideal untuk menikah, yakni 21 tahun untuk wanita dan 24 tahun untuk pria.

Setiap keluarga juga dianjurkan hanya memiliki dua anak dan rentang umur anak pertama dan kedua adalah tiga tahun. Semua topik sosialisasi akan dikemas semenarik mungkin, sehinga mudah dimengerti remaja.

“Lebih kepada manfaatnya dan kegunannya untuk mereka, misalnya kenapa umur idealnya seperti itu dan mengapa jarak anaknya tidak boleh rapat-rapat,” jelasnya.

Harapannya, usai mendapat pengetahuan berkeluarga, pernikahan dini bisa dicegah dan penggunaan narkoba di kalangan ‘ABG’ bisa ditekan.

Tak hanya remaja, lanjut Bambang, orang tua juga turut mendapat penjelasan mengenai keluarga ideal. Sosilasisasi ini akan dilakukan oleh para penggerak dan penyuluh Program KB di Kampung KB.

Hingga kini, total ada 78 kampung KB di seluruh DIY. Pada 2018, BKKBN DIY menargetkan penambahan Kampung KB sebanyak 78 kampung, sehingga total Kampung KB yang dimiliki DIY pada 2018 sebanyak 156.

Daerah kantong-kantong kemiskinan dibidik menjadi target utama pembentukan Kampung KB. “Fokusnya di Gunungkidul dan Kulon Progo, misalnya di Kecamatan Kokap, Gedangsari dan Saptosari,” katanya.

Di acara yang sama,  Fungsional Ahli Utama Widyaiswara BKKBN, Abidinsyah Siregar, mendorong pemerintah daerah untuk menggalakkan kembali program KB kepada masyarakat. Pasalnya, Indonesia saat ini  menghadapi masalahpertambahan jumlah penduduk melampaui ketersedian papan, sandang dan pangan.

“Penduduk Indonesia sekarang setiap bertambah rata-rata 5 juta per tahun. Sementara persediaan pangan kita relatif tidak mampu mengejar biar pun kita sudah impor terus,” tutur Abidin.

Pembudayaan kembali keluarga berencana diharapkan bisa menekan laju pertumbuhan penduduk di kemudian hari. ()

Lihat juga...