BKP Bandarlampung Gelar Operasi Kepatuhan di Bakauheni

LAMPUNG — Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung, menggelar operasi kepatuhan di pintu masuk dan keluar Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, dalam rangka pengawasan perlalulintasan komoditas pertanian dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya.

Kepala Seksi Karantina Hewan BKP Kelas I Bandarlampung,  Drh. Herwintarti, mengatakan, operasi kepatuhan di pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni tersebut melibatkan personel BKP Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni, berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Kepala Seksi Karantina Tumbuhan, Komarudin, dan Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung saat operasi kepatuhan karantina di Pelabuhan Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
Drh.Herwintarti yang didampingi Kepala Seksi Karantina Tumbuhan, Komarudin, juga menyebut operasi kepatuhan itu sesuai dengan surat perintah dari Badan Karantina Pertanian Pusat, Kementerian Pertanian untuk melakukan operasi patuh karantina dengan nomor 1153/TU.020/K.33.C/12/2017, untuk melaksanakan operasi kepatuhan secara serentak pada Selasa (19/12/2017) di BKP Kelas I Bandarlampung dan BKP Kelas II Cilegon Provinsi Banten.

“Personel karantina pertanian kelas I Bandarlampung melakukan pengawasan di Pelabuhan Bakauheni Lampung, sementara karantina pertanian kelas II Cilegon melakukan pengawasan di Pelabuhan Merak untuk pengawasan komoditas pertanian yang dilalulintaskan melalui pelabuhan penyeberangan,” terang Drh. Herwintarti, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, operasi kepatuhan karantina tersebut juga dilakukan sebagai antisipasi pengiriman komoditas pertanian untuk kebutuhan masyarakat menjelang Natal yang harus memenuhi standar karantina. Operasi juga untuk peningkatan pengawasan lalu lintas media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) antarpulau Jawa dan Sumatera.

Pengawasan disebutnya sangat perlu dilakukan dengan tingginya permintaan akan bahan pangan oleh masyarakat, di antaranya didominasi oleh komoditas pertanian dan hewan, seperti telur konsumsi, ayam potong, sapi potong serta komoditas lain yang harus memiliki sertifikat keterangan kesehatan hewan dan harus dilaporkan ke kantor karantina wilker Bakauheni.

Selain operasi kepatuhan dilakukan serentak dengan pengerahan personel cukup banyak, pengawasan dan pemeriksaan disebutnya juga dilakukan oleh petugas karantina selama 24 jam dengan dua shift pagi hingga malam hari secara berkelanjutan.

Ia juga menyebut, pengawasan juga dilakukan dengan adanya tol laut di antaranya melalui Pelabuhan Panjang tujuan ke Tanjung Priok dan pelabuhan penyeberangan Bakauheni, seperti pelabuhan PT.ASDP Indonesia Ferry Bakauheni dan PT. Bandar Bakau Jaya sebagai jalur penyeberangan menuju ke Pulau Jawa.

Petugas tanpa kecuali melakukan pemeriksaan sejumlah kendaraan yang diduga membawa komoditas pertanian tanpa dokumen yang diangkut mempergunakan kendaraan angkutan jenis truk, bus penumpang dan kendaraan pribadi.

“Hingga menjelang sore belum ada penemuan adanya komoditas pertanian dan hewan tanpa dokumen untuk dilalulintaskan antarpulau dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan sebaliknya,” beber Drh. Herwintarti.

Pengawasan komoditas pertanian melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, lanjutnya, mengacu pada Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Operasi kepatuhan sekaligus dilakukan untuk menghindari penularan atau penyebaran penyakit, di antaranya lu burung serta penyakit yang diakibatkan hewan atau tumbuhan serta mencegah pengoplosan komoditas ilegal, seperti daging celeng atau babi hutan.

Pelaksanaan operasi kepatuhan melibatkan petugas kepolisian yang juga bertugas untuk menghindari distribusi narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya, memanfaatkan momen arus liburan dengan volume kendaraan yang terus meningkat.

Pantauan Cendana News, arus kendaraan pengangkut barang dan penumpang semakin meningkat jelang Natal dengan adanya pengumuman untuk pembatasan pengoperasian truk pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandeng, truk kontainer dan barang dengan sumbu lebih dari tiga yang dilarang melintas dan menyeberang sejak 22 Desember hingga 23 Desember  untuk angkutan Natal 2017, kecuali kendaraan BBM, ternak, barang antaran pos, dan bahan pokok.

Lihat juga...