BMKG: Belum Teramati Tsunami Pascagempa Tasikmalaya

BANJARNEGARA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa hingga Sabtu (16/12/2017) pukul 02.00 WIB belum teramati kejadian tsunami di wilayah terdampak gempa Tasikmalaya.

“Untuk sementara dapat disampaikan belum teramati kejadian tsunami di daerah terdampak,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara BMKG Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Sabtu (16/12/2017) dini hari.

Namun demikian, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan waspada serta tetap mengikuti arahan pihak terkait dan BPBD setempat. BMKG masih melakukan analisa sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di National Tsunami Services Peovider (NTWC) untuk prediksi gelombang tsunami.

Laporan getaran gempa dari BMKG dan peringatan dini tsunami akibat gempa di Tasikmalaya, Jumat (15/12/2017) tengah malam – Foto: Istimewa

“Terkait waktu pengakhiran potensi tsunami akan dilakukan setelah semua dipastikan aman sesuai hasil analisa BMKG dan SOP yang berlaku,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya gempa berpotensi tsunami yang dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta pada Jumat (15/12/2017) tengah malam.

Gempa dengan episentrum di laut selatan Jawa Barat lokasi gempa berada di 11 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain itu, 45 kilometer barat daya Kota Tasikmalaya, 47 kilometer tenggara Garut, Jawa Barat, 107 kilometer tenggara Bandung, dan 226 kilometer tenggara Jakarta.

Sementara itu warga pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, masih bertahan di luar rumah, karena takut gempa susulan dan tsunami karena terlihat air laut surut, meskipun tidak terlalu besar.

Warga yang tinggal beberapa puluh meter dari Pantai Sereg, Kecamatan Sindangbarang Rahmat Irawan (54) mengatakan, warga berhamburan keluar rumah ketika merasakan gempa yang cukup kuat. Hingga pukul 02.00 WIB, sebagian besar warga tetap bertahan di luar rumah karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi.

Terlebih, warga sekitar masih trauma dengan kejadian beberapa tahun sebelumnya saat air laut sempat mengenangi perkampungan. “Hingga saat ini, warga masih berkumpul di luar rumah karena takut terjadi gempa susulan atau tsunami yang bisa kapan saja terjadi meskipun batas waktu waspada sudah lewat,” katanya.

Imbauan untuk warga diumumkan di setiap mesjid yang ada di lingkungannya masing-masing. Warga tetap waspada dan mengaktifkan siskamling secara bergantian sebagai upaya antisipasi ketika terjadi bencana dapat melakukan evakuasi terhadap warga.

“Petugas dari kepolisian dan TNI bersama warga melakukan patroli, namun tidak mengunakan kendaraan dinas, agar tidak menimbulkan kepanikan warga. Imbauan untuk waspada pada warga disampaikan melalui pengeras suara di mesjid,” katanya.

Dia menambahkan belum ada laporan kerusakan akibat gempa yang terasa cukup keras selama beberapa saat itu. “Belum ada laporan kalau ada kerusakan akibat gempa tersebut, namun kami akan melakukan pendataan bersama aparat,” katanya.

Guncangan gempa cukup kuat dirasakan di sejumlah wilayah seperti Jabar, Jateng, DIY, dan Jakarta pada Jumat (15/12/2017) tengah malam. Informasi BMKG, gempa berkekuatan 7,3 skala Richter terjadi pukul 23.47 WIB yang berpusat di 43 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jabar. (Ant)

Lihat juga...