BPBD Bojonegoro Kembangkan Desa Tangguh Bencana

BOJONEGORO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, akan mengembangkan desa tangguh bencana ke seluruh desa/kelurahan yang rawan bencana banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang.

“Dari 430 desa/kelurahan di Bojonegoro hampir semuanya rawan bencana sehingga pengembangan desa tangguh bencana akan dilakukan menyeluruh,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Eko Susanto, di Bojonegoro, Jumat.

Menurut dia, program desa tangguh bencana yang dilakukan bekerja sama dengan BNPB pertama kali di Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, pada 2013.

Warga di desa itu, lanjut dia, memperoleh berbagai pelatihan dalam menghadapi bencana banjir luapan Bengawan Solo, mulai pendirian dapur umum, evakuasi, juga menyediakan berbagai kebutuhan lainnya dalam mengantisipasi datangnya bencana banjir.

Selain itu, Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Desa Sarangan, Kecamatan Kanor dan Desa Tulungagung, Kecamatan Malo.

Pada 2017 ini, lanjut dia, BNPB juga memberikan pelatihan kepada warga Desa Kedungprimpen, Gedungarum, Kecamatan Kanor, Desa Mbogo, Kecamatan Kapas dan Desa Mojo Kecamatan Kalitidu yang dipersiapkan menjadi desa tangguh bencana.

“Masing-masing desa yang sudah masuk desa tangguh bencana memiliki 30 personel yang masuk dalam kelompok kerja dan 20 sukarelawan untuk mengantisipasi kalau sewaktu-waktu desa setempat dilanda bencana banjir luapan Bengawan Solo,” katanya menjelaskan.

Namun, lanjut dia, pengembangan desa tangguh bencana tidak bisa dilakukan secara menyeluruh karena terkait dengan alokasi anggaran dari BNPB juga APBD.

“Pengembangan desa tangguh bencana akan dilakukan bertahap,” ujarnya.

Yang jelas, lanjut dia, adanya desa tangguh bencana akan mempercepat proses penanganan penanggulangan bencana banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang, karena masyarakat di desa setempat sudah terlatih.

“Tapi BPBD tetap ekan memantau penanganan bencana di desa yang masuk desa tangguh bencana. BPBD sifatnya mendukung penanganan bencana yang terjadi di desa itu,” ucapnya. (Ant)

Lihat juga...