BPBD DIY Akui Lemahnya Sistem Peringatan Dini Cuaca Buruk

Editor: Koko Triarko

33

YOGYAKARTA – Manager Pusdalops dan Kasi Kedaruratan BPBD DIY, Danang Samsu, mengakui masih lemahnya Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini yang dimiliki pihak terkait dalam menghadapi cuaca ekstrem, termasuk siklon tropis Cempaka di DIY beberapa waktu lalu. 

Lemahnya sistem peringatan dini tersebut, dikatakan menyangkut sejumlah hal, yakni pengenalan risiko siklon tropis Cempaka, analisa wilayah terdampak, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat. Karena itu, ia menilai perlunya upaya peningkatan kemampuan dalam mengelola sistem peringatan dini terkait cuaca ekstrem.

“Sebenarnya, kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk BMKG untuk membahas penanganan bencana mengantisipasi puncak musim hujan. Namun, saat itu kita belum tahu jika akan ada siklon tropis Cempaka. Kita baru tahu sesaat sebelum peristiwa itu terjadi. Itu pun kita tidak memiliki cukup informasi mengenai dampak siklon tersebut,” ujarnya, dalam Diskusi Evaluasi dan Ancaman Siklon Tropis di UGM, Kamis (7/12/2017).

Akibat lemahnya sistem peringatan dini tersebut, penanganan bencana banjir dan longsor yang diakibatkan siklon tropis Cempaka di DIY beberapa waktu lalu dinilai menjadi kurang maksimal. BPBD DIY mengaku harus melakukan upaya penanganan secara sporadis, termasuk dalam melakukan proses evakuasi para korban.

“Kita banyak kekurangan perahu. Bahkan, kita baru tahu jika ada satu korban yang tertimpa reruntuhan pada hari berikutnya. Artinya, kemampuan respon kita masih kurang, karena kita tidak tahu dampak siklon tropis Cempaka,” katanya.

Menurut Danang, selain karena siklon tropis Cempaka ini merupakan sebuah hal yang baru dan terjadi dengan begitu cepat, minimnya penyebaran dan layanan sistem peringatan dini juga membuat kesiapsiagaan seluruh masyarakat lemah. Sistem peringatan dini menurutnya harus diberikan secara tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tak hanya itu, pesan peringatan mengenai suatu bencana juga harus disederhanakan. Agar mudah dimengerti semua pihak. Karena kadang tidak semua tahu apa itu siklon tropis Cempaka dan dampaknya akan seperti apa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati Yogyakarta, Agus Sudaryanto, mengatakan setiap peringatan dini bencana termasuk badai tropis Cempaka dibuat oleh BMKG pusat. Early Warning System kemudian akan diteruskan ke daerah yang terdampak, dengan membuat peringatan dini secara lebih detail hingga wilayah per kecamatan.

“Info mengenai peringatan dini ini akan selalu di-update secara berkala. Baik melalui website, saluran telepon, twitter, telegaram messenger, facebook, hingga whatsapp,” katanya.

Untuk memudahkan masyarakat menerima informasi peringatan dini, pihak BMKG telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, melakukan penyederhanaan istilah teknis ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat, hingga membuat pembelajaran kepada masyarakat melalui pendirian sekolah lapang iklim.

Komentar