BPS Klaim Datanya Independen Tanpa Campur Tangan Pemerintah

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat selama ini selalu berusaha memberikan data atau informasi seputar perkembangan statistik dengan sebaik-baiknya, akurat dan sangat transparan tanpa dipengaruhi atau diintervensi oleh pihak manapun.

“Bahkan Kepala Negara atau Presiden Republik Indonesia sejak dulu hingga saat ini belum pernah sekalipun mencoba mempengaruhi atau ikut campur dalam urusan data dan hasil survei yang dilakukan oleh BPS,” klaim Adi Lumaksono, Sekretaris Utama BPS Pusat dalam acara Workshop Peningkatan Wawasan Statistik di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017).

Adi Lumaksono juga menjelaskan bahwa hingga saat ini Presiden Joko Widodo belum pernah sekalipun melakukan upaya intervensi atau ikut campur urusan internal BPS.

“BPS berusaha memberikan data seputar perkembangan statistik yang terjadi di Indonesia sesuai dengan yang sesungguhnya terjadi di lapangan, selama ini Pemerintah tidak pernah mempengaruhi atau ikut campur terkait semua urusan pekerjaan yang dilakukan oleh BPS, apapun informasi yang telah dilaporkan belum pernah sekalipun diintervensi oleh pihak manapun,” tegas Adi Lumaksono, Sabtu (9/12/2017).

Menurutnya, jika ternyata terjadi perlambatan atau penurunan pertumbuhan di beberapa sektor, biasanya Presiden tidak pernah menegur Kepala BPS Pusat, namun langsung memanggil sejumlah menteri-menteri terkait lainnya. Sejumlah menteri atau pejabat terkait akan memberikan penjelasan kepada Presiden atau Kepala Negara mengapa bisa terjadi perlambatan pertumbuhan sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing.

Adi Lumaksono juga menjelaskan bahwa kegiatan pengumpulan data atau survei yang selama ini dilakukan oleh BPS pernah mendapatkan pengakuan sebegai salah satu survei statistik yang masuk dalam kategori akurat. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF).

Menurut Adi Lumaksono, IMF sebelumnya secara rutin memang melakukan pengecekan data dan informasi terkait perkembangan survei pertumbuhan ekonomi Indonesia setiap enam bulan sekali.

Akhirnya IMF dalam perkembangannya kemudian memberikan sertifikat sebagai bentuk pengakuan terkait akurasi atau kebenaran data survei pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini dilakukan oleh BPS.

“Data inflasi dan ekspor impor yang selama ini dilaporkan BPS secara rutin pada setiap bulannya termasuk juga perkembangan ekonomi kuartalan bisa dikatakan merupakan yang tercepat di dunia, hasil survei tersebut telah mendapatkan pengakuan atau sertifikasi dari IMF sebegai salah satu hasil survei statistik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan” pungkas Adi Lumaksono.

Lihat juga...