BPS: Publikasi Pertama Statistik Indonesia Diterbitkan pada 1934

JAKARTA — Sekretaris BPS Pusat, Adi Lumaksono menjelaskan, perkembangan statistik di Indonesia sudah dimulai sejak zaman pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang memerintah sejak 5 Januari 1808 hingga 15 Mei 1811. Saat itu Pemerintah Kolonial Hindia Belanda untuk pertama kalinya mulai menyediakan data dan informasi statistik untuk berbagai kepentingan atau keperluan.

Namun pelaksanaan sensus penduduk pertama khususnya di Pulau Jawa justru dimulai sejak jaman pemerintahan Gubernur Jenderal Inggris yaitu Sir Thomas Stanford Bingley Raffles yang memerintah sejak 1811 hingga 1816. Tak lama kemudian Pemerintah Kolonial Belanda kembali memerintah Indonesia setelah sebelumnya sempat diduduki Pemerintah Inggris.

Maka sejak saat itulah statistik di Indonesia terus mengalami dinamika perkembangan, salah satunya ditandai dengan berdirinya Central Kantor voor de Stastistiek atau Kantor Pusat Statistik pada tanggal 24 September 1924 di Batavia (Jakarta). Tahun 1930 Pemerintah Hindia Belanda pertama kalinya melakukan sensus penduduk secara nasional yang mencakup seluruh Indonesia.

Pada 1934, Pemerintah Belanda secara resmi menerbitkan Publikasi Statistik Indonesia Pertama. Saat Jepang menjajah Indomesia 1942 hingga 1945, mereka sempat mengubah nama lembaga statistik menjadi Shomobu Chosasitsu Gunseikanbu. Namun Pemerintah Jepang tidak sempat melakukan inovasi atau pembaharuan terkait dengan statistik karena keburu angkat kaki dari Indonesia karena menyerah kepada sekutu pada 15 Agustus 1945.

“Sejarah statistik di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak jaman Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda yaitu pada saat pemerintahan Gubernur Jendral Daendels (1880-1811) yang mulai menyediakan data atau informasi statistik, kemudian perkembangan statistik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan pesat hingga seperti saat ini” kata Sekretaris BPS Pusat, Adi Lumaksono, dalam acara “Workshop Peningkatan Wawasan Statistik Kepada Media” di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017).

Eko Oesman juga menjelaskan setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka di tahun yang sama maka dibentuklah Kantor Penyelidikan Perangkaan Umum Republik Indonesia (KAPPURI) yang pada saat itu masih dibawah naungan Menteri Pertanian.

Kemudian Kantor Pusat Statistik secara resmi didirikan pertama kali pada tanggal 12 Juni 1950 uang saat itu masih dibawah naungan Menteri Kemakmuran. Sejak tanggal 1 Juni 1957 terbentuklah lembaga resmi statistik yaitu Biro Pusat Statistik, kemudian pada tahun 1965 ditandai dengan adanya perubahan nama Bagian Sensus di Kantor Gubernur, Kabupaten dan Kota berubah menjadi Kantor Sensus dan Statistik Daerah,

“Sejak tanggal 26 September 1997 sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 16 Tahun 1997 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 1998 secara resmi berganti nama dari sebelumnya Biro Pusat Statitstik menjadi Badan Pusat Statistik (BPS) hingga sampai saat ini, harapannya mudah-mudahan kedepannya kedudukan lembaga BPS akan sejajar atau setara dengan lembaga setingkat Kementerian” pungkasnya.

Lihat juga...