BRI Siapkan Program Digitalisasi Layanan UMKM

DENPASAR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk siap digitalisasi layanan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Program tersebut ditargetkan mulai digunakan Maret 2018 mendatang.

Pempimpin Wilayah Bank BRI Bali dan Nusa Tenggara Dedi Sunardi mengatakan, digitalisasi tersebut diprogramkan untuk mendukung percepatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Biasanya petugas mengerjakan secara manual, nanti mereka mengerjakan melalui aplikasi. Nasabah juga bisa langsung akses melalui aplikasi,” kata Dedi, Minggu (17/12/2017).

Manajemen internal BRI saat ini telah siap melaksanakan terobosan digital tersebut. Dedi menyebut, saat ini dalam tahap sosialisasi kepada petugas terkait. Sebagai terobosan baru dalam pengajuan kredit bagi calon debitur, bank pelat merah itu memanfaatkan aplikasi berbasis teknologi yakni BRI Spot dan MyBRI.

Selain itu, guna mendukung pemberdayaan UMKM untuk naik kelas, akan digelar progra, Indonesia Mall dan Inkubator UMKM. Untuk inkubator UMKM, pelaku usaha akan dikenalkan beberapa tahap di antaranya mulai dari dasar kewirausahaan, membangun fundamental bisnis, memperbesar skala bisnis dan membuka jalur pembiayaan.

Sementara itu untuk pembiayaan di Bali, BRI telah menyalurkan kredit usaha rakyat hingga November 2017 mencapai sekitar Rp2,2 triliun dengan 90.425 debitur. Dari jumlah realisasi itu, sekitar Rp1,9 triliun di antaranya dikucurkan untuk kredit usaha rakyat (KUR) mikro dengan kredit bermasalah tergolong rendah yakni 0,42 persen dan sisanya sebesar Rp294 miliar untuk KUR ritel dengan kredit bermasalah 0,45 persen.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, bank BUMN tersebut menyalurkan Rp4,6 triliun KUR dengan 208.493 debitur terdiri dari Rp4 triliun KUR mikro, Rp549 miliar KUR ritel dan Rp74 miliar untuk KUR tenaga kerja Indonesia. Secara nasional, BRI menyalurkan Rp153,9 triliun KUR kepada lebih dari 8,5 juta debitur baru hingga November 2017 yang menjadikan bank itu sebagai penyalur KUR terbesar di Tanah Air. (Ant)

Lihat juga...