Bulog NTT: Serapan Beras Capai 2000 Ton Selama 2017

KUPANG — Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa serapan beras dari produkai petani lokal di provinsi itu mencapai 2.000 ton lebih selama 2017.

“Penyerapan beras gabah dalam tahun ini mencapai 2.000 ton lebih atau sekitar 15 persen dari target serapan 13.950 ton,” kata Kepala Bulog Divre NTT Efdal di Kupang, Kamis (7/12).

Ia mengatakan beras yang dibeli dari petani lokal itu berasal dari sejumlah daerah potensial kantung produksi, seperti Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Nageko, Ngada, Sumba Barat, dan Sumba Timur.

Dia mengatakan penyerapan gabah beras dari petani di provinsi berbasiskan kepulauan itu masih kecil dari yang ditargetkan, meskipun lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk itu, Bulog bekerja sama dengan TNI terus menggenjot penyerapan beras dengan memantau dan melakukan pembelian di daerah kantung-kantung produksi setiap memasuki musim penen.

“Penyerapan beras ini terus kami genjot, tiap memasuki musim panen langsung dipantau untuk dibeli dan disimpan sebagai stok pada gudang-gudang subdivre Bulog di masing-masing daerah,” katanya.

Untuk membeli langsung beras dari petani lokal, pihaknya telah membentuk satuan kerja (satker) di lapangan guna membeli beras hasil panen dan mengolahnya sehingga memenuhi standar kualitas.

Lihat juga...