Bulog NTT: Serapan Beras Capai 2000 Ton Selama 2017

52
Ilustrasi./Foto: Dokumentasi CDN

KUPANG — Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa serapan beras dari produkai petani lokal di provinsi itu mencapai 2.000 ton lebih selama 2017.

“Penyerapan beras gabah dalam tahun ini mencapai 2.000 ton lebih atau sekitar 15 persen dari target serapan 13.950 ton,” kata Kepala Bulog Divre NTT Efdal di Kupang, Kamis (7/12).

Ia mengatakan beras yang dibeli dari petani lokal itu berasal dari sejumlah daerah potensial kantung produksi, seperti Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Nageko, Ngada, Sumba Barat, dan Sumba Timur.

Dia mengatakan penyerapan gabah beras dari petani di provinsi berbasiskan kepulauan itu masih kecil dari yang ditargetkan, meskipun lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk itu, Bulog bekerja sama dengan TNI terus menggenjot penyerapan beras dengan memantau dan melakukan pembelian di daerah kantung-kantung produksi setiap memasuki musim penen.

“Penyerapan beras ini terus kami genjot, tiap memasuki musim panen langsung dipantau untuk dibeli dan disimpan sebagai stok pada gudang-gudang subdivre Bulog di masing-masing daerah,” katanya.

Untuk membeli langsung beras dari petani lokal, pihaknya telah membentuk satuan kerja (satker) di lapangan guna membeli beras hasil panen dan mengolahnya sehingga memenuhi standar kualitas.

“Satker ini berperan memastikan kualitas beras dari petani lokal sesuai dengan standar yang diinstruksikan dalam inpres (instruksi presiden,” katanya.

Dia mengatakan penyerapan beras dari petani lokal ntuk menambah stok beras Bulog yang selanjutnya disalurkan kepada masyarakat, baik mereka yang menerima beras sejahtera (rastra), beras untuk PNS, maupun TNI dan Polri.

Sejauh ini, katanya, kebutuhan beras untuk masyarakat di provinsi “Selaksa Nusa” itu masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, seperti Surabaya yang mencapai 115.000 hingga 120.000 ton setiap tahun.

Sok beras yang tersedia saat ini, lanjut Efdal, masih aman, terutama guna menyambut Natal dan Tahun Baru karena persediaan tersebut bisa mencukupi kebutuhan hingga empat bulan ke depan.

“Stok beras di kami saat ini masih sekitar 28.000 ton dan masih aman untuk empat bulan ke depan, demikian juga stok di setiap gudang-gudang subdivre kami di setiap daerah,” katanya.

Ia mengatakan penyaluran beras dilakukan setiap hari melalui pasar murah yang dilakukan di berbagai lokasi, seperti Kantor Bulog, kantor-kantor pemerintahan, kecamatan, kelurahan, Rumah Pangan Kita, pasar tradisional, hingga rumah-rumah ibadah (Ant).

Komentar