Bulog Sampit Operasi Pasar Jaga Stabilitas Harga

SAMPIT – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sub Divisi Regional Sampit bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, menggelar operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan.

“Kita memasok barang supaya stok di pasaran mencukupi, sehingga harga tidak naik. Ini merupakan OPCBP atau operasi pasar cadangan beras pemerintah yang sejak 6 Desember 2017 lalu,” kata Kepala Bulog Sub Divre Sampit, Joko Prasetyo Afrizal, di Sampit, Jumat (8/12/2017).

Operasi pasar ini dilakukan mengantisipasi melonjaknya permintaan menjelang Natal dan tahun baru. Kenaikan harga bisa dicegah dengan memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok.

Dalam operasi pasar ini, Bulog menyiapkan 500 ton beras, 500 ton gula pasir, 500 kilogram dan 8.100 liter minyak goreng. Beras dijual dengan harga eceran tertinggi Rp8.000 per kilogram, gula pasir Rp12.000 per kilogram, minyak goreng Rp12.500 per liter, bawang putih Rp18.000 per kilogram, dan daging beku Rp80.000 per kilogram.

Harga jual tersebut lebih murah dibanding harga di pasaran. Langkah ini bertujuan untuk membantu masyarakat, sehingga bisa mendapatkan barang kebutuhan dengan harga murah untuk merayakan hari besar.

Operasi pasar dilakukan berkeliling ke sejumlah lokasi padat penduduk. Selain itu, barang juga dipasok ke rumah pangan kita (RPK) pengusaha binaan Bulog.

“Kegiatan ini diharapkan juga mampu menekan inflasi di Sampit. Untuk stok beras, kami perkirakan aman hingga tiga bulan ke depan,” kata Joko.

Bulog mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi borong, karena bisa memicu kenaikan harGa. Masyarakat diminta berbelanja seperlunya sesuai kebutuhan karena stok mencukupi. (Ant)

Lihat juga...