BULOG Sumbar Pastikan Kebutuhan Tutup Tahun 2017, Aman

PADANG – Badan Urusan Logistik (BULOG) Divisi Regional (Divre) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan kebutuhan komoditi untuk wilayah Sumbar pada penutupan tahun 2017 aman. Hal ini juga seiring dengan adanya perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kepala BULOG Divre Sumbar Suharto Djabar mengatakan, berbicara soal komoditi, daerah Sumbar termasuk daerah yang memiliki sejumlah komoditi, seperti beras, cabai merah, bawang merah, telur, daging, gula, dan banyak lainnya. Komoditi tersebut, merupakan hasil produksi dari berbagai daerah di Sumbar.

“Meski di Sumbar masih tetap menjual cabai merah dari Jawa, Medan, dan Kerinci. Akan tetapi, cabai merah lokal juga cukup banyak. Begitu juga dengan komoditi lainnya. Hal ini membuat Sumbar aman soal kebutuhan komoditi,” katanya, ketika dihubungi Cendana News, Senin (25/12/2017).

Begitu juga tentang beras, di Sumbar cukup terkenal dengan luas lahan pertanian sawah yang dimiliki oleh 19 kabupaten dan kotanya. Terutama tentang bareh (beras) Solok, yang merupakan beras kelas premiun yang dimiliki oleh daerah di Kabupaten Solok, Sumbar. Bahkan untuk beras Solok sendiri, sudah diekspor ke luar provinsi.

Ia menyebutkan, untuk bawang merah, Sumbar sudah menjadi sentra bawang merah. Buktinya hasil panen bawang merah di Sumbar juga telah diekspor ke provinsi tetangga seperti Provinsi Riau dengan jumlah mencapai 5.000 kilogram, dengan beberapa ribuan kilogram lainnya yang turut diekspor ke Jambi dan Bengkulu.

“Sumbar ini kaya hasil alamnya, termasuk komoditinya. Jadi, soal stok dan kebutuhan ini memang tidak perlu dikhawatirkan. Jikapun ada persoalan kenaikan harga, bukanlah penyebab ketersediaan yang menepis, mungkin hanya soal permainan pedagang,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Zaimar menyebutkan, terkait harga-harga komoditi di pasar hampir dikatakan tidak ada yang mengalami gejolak harga. Hanya saja cabai merah yang sering mengalami perubahan harga, sedangkan komoditas lain harganya terbilang cukup stabil.

“Saat ini harga cabai merah berkisar di harga terendah Rp40.000 per kilogram. Harga itu baru dirasakan oleh masyarakat selama empat hari ini. Padahal sebelumnya, harga cabai merah berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram,” jelasnya.

Zaimar juga mengatakan untuk harga bawang merah saat ini berkisar di bawah Rp15.000 per kilogram. Lalu untuk harga komoditas lain, seperti gula, telur, tidak mengalami perubahan harga pada hari-hari sebelumnya.

Salah seorang ibu rumah tangga di Kota Padang, Melda mengatakan, kondisi harga komoditi yang terjadi menjelang penutupan tahun 2017 ini terbilang aneh. Hal tersebut dikatakannya, karena biasanya apabila hujan sering melanda Sumbar, maka harga cabai merah dan bawang merah sama-sama mengalami kenaikan yang bahkan mencapai 40 persen dari harga biasa.

“Sekarang yang mahal hanya cabai merah. Lalu untuk bawang merah malah murah. Saya lihat kondisi komoditi ini ada yang aneh. Atau mungkin lagi banyak panen bawang merah di Sumbar ya. Karena biasanya kalau lagi musim, dua komoditi itu selalu naik,” katanya.

Lihat juga...