Bulog Tekan Kenaikan Harga Beras di Meulaboh

MEULABOH  – Perum Badan urusan logistik (Bulog) Sub Divisi regional Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, terus berupaya menekan adanya kenaikan harga beras di pasar dengan melakukan operasi pasar hingga 31 Desember 2017.

Kepala Perum Bulog Divre Meulaboh, Ade Mulyani, di Meulaboh, Jum’at, mengatakan, tim satgas pangan daerah itu, telah turun ke beberapa pasar dan menemukan ada kenaikan harga beras kualitas premium dan medium rata-rata Rp5.000/ zak isi 15 kilogram.

“Tim satgas pangan sudah turun melakukan sidak beberapa waktu lalu pada beberapa lokasi pasar dan pusat perbelanjaan. Kami temukan memang harga beras naik rata rata Rp5 ribu per karung ukuran 15 kg, baik beras premium maupun medium,” katanya.

Tim satgas pangan Aceh Barat terdiri dari unsur Reskrim Polres, Dinas Pangan, Disperindag, Dinkes, Distanak, melakukan sidak di beberapa lokasi pusat pasar, seperti pasar bina usaha Meulaboh, Pasar Lapang dan Pasar Seuneubok, Johan Pahlawan.

Operasi pertama dilakukan di pasar Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Selasa, (12/12) dengan membawa dua ton beras dan habis terjual 1,5 ton, banyak masyarakat belum mengetahui kegiatan tersebut sehingga diperpanjang hingga 31 Desember 2017.

Ade Mulyani, menyampaikan, meskipun saat ini sedang gencar dilakukan operasi pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Aceh, di Meulaboh, akan tetapi pihaknya tetap melakukan secara khusus untuk komoditi beras.

“Dengan pasar murah empat hari oleh provinsi sangat membantu, tapi Bulog Meulaboh tetap melakukan operasi pasar sampai akhir Desember 2017. Terutama pasar yang menjadi pencatatan BPS,” sebutnya usai pertemuan dengan Wakil Bupati Aceh Barat.

Secara penugasan Perum Bulog Meulaboh, untuk Aceh Barat, Aceh Jaya dan Nagan Raya sudah dilaksanakan pasar murah, namun untuk wilayah Kabupaten Simeulue, masih menyesuaikan dengan keberangkatan kapal laut menuju kepulauan terluar itu.

Terhadap upaya dilakukan Disperindag Provinsi Aceh bersama Bulog untuk pasar murah dan operasi pasar selama empat hari, menurut dia sangat tepat, apalagi saat ini kondisi cuaca curah hujan tinggi, sementara petani masih dalam proses tanam padi.

Ade Mulyani menambahkan, khawatir akan terjadi paceklik atau musim kekurangan bahan makanan karena terganggu produksi pertanian, dengan adanya pasar murah itu, maka akan tercukupi kebutuhan masyarakat sampai memasuki musim panen ke depan.

“Kalau untuk stok beras di Gudang Bulog Meulaboh, 3.611 ton, jadi masih aman untuk lima bulan ke depan apabila dengan perkiraan kebutuhan 300 ton per bulan. Demikian juga gula dan minyak goreng, Bulog juga sudah ada bahan ini,” imbuhnya.

Selain beras, Perum Bulog Meulaboh saat ini juga menyimpan stok gula pasir sebanyak 115 ton dan akan masuk lagi dari Pulau Jawa dalam beberapa waktu ke depan, termasuk juga stok minyak goreng pemerintah sebanyak 3.250 liter.

Harga jual barang pemerintah tersebut dijual dengan harga subsidi, untuk minyak goreng Rp12.000/ liter, gula pasir Rp11.300/kg, kemudian beras dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) beredar di pasar Rp8.100/kg untuk medium dan Rp10 ribu ke atas untuk premium.

Pasar murah dan operasi pasar Disperindag Aceh selama empat hari di Aceh Barat dengan lokasi, Kecamatan Arongan Lambalek, Meureubo dan Johan Pahlawan, persediaan stok selama kegiatan, beras 9 ton, gula pasir 8,5 ton, migor 8.500 liter dan telur ayam broiler 12.690 butir, dibagi untuk empat hari kegiatan.

“Sebetulnya program kerjasama Disperindag Provinsi Aceh, merupakan program rutin, sekaligus untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako menjelang akhir tahun di Aceh. Kalau daerah lain menyebutnya jelang natal dan tahun baru,” katanya menambahkan. (Ant)

Lihat juga...