China Lakukan Patroli Udara di Dekat Taiwan

BEIJING – Angkatan Udara China melakukan lebih banyak patroli pengepungan pulau di dekat Taiwan, Selasa (12/12/2017). Kegiatan tersebut diklaim untuk melindungi kedaulatan negara tersebut.

China menganggap Taiwan sebagai provinsi tidak patuh kepadanya. Dan China tidak pernah menyangkal tentang penggunaan kekerasan untuk membawa Taiwan ke bawah kendalinya. Sejumlah jet tempur Cina, pesawat pembom dan pesawat pengintai melakukan patroli laut secara tetap dan terencana pada Senin (11/12/2017).

“Upaya tersebut untuk melindungi kedaulatan negara dan keutuhan wilayah,” kata juru bicara Angkatan Udara Shen Jinke di laman cabang militer China, Selasa (12/12/2017).

Pesawat pembom H-6K, jet tempur Su-30 dan J-11 serta pesawat pengintai, pesawat peringatan dini dan pesawat pengisian bahan bakar terbang di atas Selat Miyako di selatan Jepang dan Terusan Bashi antara Taiwan dengan Filipina. Shen menyebut kegiatan tersebut untuk menguji kemampuan tempur China sesungguhnya.

Menteri Pertahanan Taiwan Feng Shih-kuan mengatakan, bahwa mereka telah mengirim pesawat terbang dan kapal untuk memantau aktivitas militer China. Hasil dari pemantauan yang dilakukan, latihan militer tersebut adalah hal biasa sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkannya.

China telah melakukan beberapa kali patroli serupa di dekat Taiwan pada tahun ini. Kegiatan tersebut diklaim sebagai semacam praktik yang telah dinormalisasi untuk menekan program modernisasi militer yang mencakup pembangunan kapal induk serta pasukan bayangan untuk memberikannya kemampuan memproyeksikan kekuatan melebihi dari batas pantainya.

Beijing sering menyebut Taiwan sebagai masalah paling sensitif dan penting antara pihaknya dan AS. Taiwan dipersenjatai dengan baik, kebanyakan dengan persenjataan AS, namun telah menekan Washington untuk menjual peralatan berteknologi tinggi kepadanya demi usaha yang lebih baik dalam menghalangi China.

Pada September, Kongres AS mengesahkan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk tahun fiskal 2018, yang memberi wewenang kunjungan timbal balik oleh kapal angkatan laut antara Taiwan dan AS. Hal tersebut mendorong seorang diplomat senior AS pada pekan lalu untuk mengatakan bahwa China akan menyerang Taiwan seketika setiap kapal angkatan laut AS berlabuh di Taiwan.

China mencurigai Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang memimpin Partai Progresif Demokratik dan berpihak pada kemerdekaan Taiwan, ingin mengumumkan kemerdekaan resmi pulau tersebut. Tsai mengatakan bahwa ia ingin menjaga perdamaian dengan China, namun akan mempertahankan keamanan Taiwan. (Ant)

Lihat juga...