Cover Version Jadi Ajang Promosi

BOGOR – Kita tentu sering mendengar lagu-lagu yang dinyanyikan ulang oleh penyanyi Iain selain penyanyi aslinya. Hal itu dinamakan cover version. Maraknya musik cover version ini disikapi positif oleh Agi Sugiyanto.

Bagi Agi, tak hanya berdampak secara bisnis, tapi juga menjadi ajang promosi. Bahkan, cover version membawa dampak positif bagi produk atau lagu itu sendiri. Lagunya menjadi booming, dan dikenal di mana-mana.

Demikian disampaikan Agi Sugiyanto, CEO Pro Aktif, sebagai pembicara dalam Semiloka 2017 sesi tema ‘Plus Minus Musik Cover Version’ yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan PWI Jaya di Wisma Agra Mulya, Cisarua, Puncak Bogor, beberapa waktu lalu.

Agi Sugiyanto. –Foto: Ist

“Sebagai produser, saya mencermati, maraknya musik cover version ini tak hanya berdampak secara bisnis, tapi juga jadi ajang promosi,“ kata mantan wartawan Harian Persada yang kini menjadi seorang jutawan.

Lebih lanjut, lelaki kelahiran Boyolali, Jawa Tengah 7 Juli 1965, ini memberi contoh lagu ‘Jaran Goyang’. Sebuah lagu dangdut berbahasa Jawa yang sebelumnya sudah marak di Youtube dan panggung-panggung hiburan.

“Saya mencermati, kesemarakan panggung dangdut, terjadi simbiosis mutualisme. Pihak EO membuat acara pemanggungan, lalu direkam dalam konsep audio video pemanggungan, lalu di-upload ke Youtube. Dan, di Youtube semarak lagu ‘Jaran Goyang’ dalam berbagai versi. Selain versi Trio Macan dan Nella Kharisma, ada versi Jihan Audy, Via Vallen dan banyak lagi penyanyi-penyanyi lainnya,“ paparnya.

Ketika ditanya, siapa yang diuntungkan dalam musik cover version? Dengan tenang, Agi memberikan jawaban, “Jelas penciptanya. Pencipta bisa menjual atau memberi izin kepada produser vcd, dan pencipta juga mendapatkan royalti dari penjualan digital. Termasuk klaim atas maraknya versi Youtube”, katanya.

Bicara tentang Youtube, ibarat menjelajah hutan belantara. “Platform digital yang satu ini sudah menjadi media promosi buat apa aja. Di dunia musik, Youtube cukup membantu mempromosikan lagu. Tapi, di sisi lain juga ada muatan bisnisnya. Ketika pencipta lagu sudah menyerahkan karyanya kepada produser atau publishing, harusnya sama-sama kita jaga karya tersebut dalam bingkai kerja sama dan komitmen yang jelas. Karena dalam kerja sama ada hak dan kewajiban. Setiap karya ada hak royalti bagi penciptanya,“ tandasnya.

Kisah hidup Agi sangat inspiratif, dari bocah yatim piatu yang masa kecilnya menjadi penggembala kerbau dan menjadi kuli bangunan kini menjadi miliarder. Bahkan, Agi merasakan manisnya binis dari pebisnis obat tradisional, kini merambah bisnis rumah produksi yang banyak menangani artis.

Hidupnya memang menginspirasi banyak orang, sebagaimana yang tersirat dalam buku kisah hidupnya: ‘Agi Sugiyanto, Inspirasi Bisnis Gembala Kerbau Taklukkan Harimau’ (2016).

Selain Agi, acara yang dipandu moderator Rosihan ‘Hance’ Nurdin, juga menghadirkan para pembicara lainnya, yaitu Rahayu Kertawiguna (Nagaswara), Hari Koko Santoso (Deteksi Karya Utama), Muhammad Roem Aziz (KFC Musik) dan Seno M. Hardjo (Target Pop dan Target Pro), yang membahas lebih dalam lagi tentang plus minus musik cover version.

Lihat juga...