Dampak Banjir Rob, Petambak Bandar Agung Panen Lebih Awal

37

LAMPUNG — Ratusan pemilik tambak di Dusun Kuala Jaya sebagian berada di Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan terpaksa melakukan panen parsial atau panen secara bertahap lebih awal akibat banjir rob.

Banjir rob terjadi akibat pasang air laut sebagai siklus tahunan pada Desember ini. Air laut mendorong aliran air Sungai Way Sekampung ke daratan.

Maskin (40), salah satu warga dusun Kuala Jaya sekaligus petambak mengaku sebagian warga merupakan nelayan dan pemilik tambak tradisional dan semi intensif berada di dekat aliran Sungai Way Sekampung.

Dampak dari keberadaan tambak yang berjarak sekitar puluhan meter dari bibir Sungai Way Sekampung sekaligus berada di dekat muara sungai yang berhadapan langsung dengan pantai timur Lampung berimbas pada 7 RT di Dusun Kuala Jaya.

Ke tujuh RT ini terisolir pada saat puncak pasang tertinggi mengakibatkan sekitar 60 hektare tambak tradisional warga setempat terimbas banjir rob dengan meluapnya air sungai ke areal tambak warga berimbas tambak tenggelam.

“Sebagian petambak mempergunakan waring atau jaring untuk menghindari air laut yang masuk kembali ke sungai meluap ke daratan. Cara ini mencegah udang yang ditebar tidak keluar tambak. Sebagian petambak sengaja melakukan panen parsial menjaring udang yang telah besar meski masih size 50 padahal panen ideal saat size 70,” beber kepada Cendana News di dekat lahan tambaknya, Kamis (7/12/2017)

Panen lebih awal tersebut diakui Maskin dilakukan menghindari kerugian petambak sekaligus memperhitungkan akses atau jalur darat jalan penghubung antar Dusun Kuala Jaya menuju ke Dusun Umbul besar yang selalu tergenang air setinggi 40 hingga 50 sentimeter dan sulit dilalui oleh kendaraan roda dua.

Meski kondisi cuaca panas tanpa ada hujan namun banjir rob yang berasal dari laut tersebut bahkan bisa mencapai ketinggian hingga 100 sentimeter pada beberapa rumah warga.

Di wilayah tersebut rata rata petambak memiliki puluhan petak dengan luasan mencapai satu hektare. Dampak banjir rob selain mengakibatkan volume air di dalam tambak bertambah mengganggu pertumbuhan udang bahkan bisa mengakibatkan kematian pada udang.

Dibanding mengalami kerugian yang banyak sebagian pemilik tambak bahkan memilih melakukan panen parsial bahkan total dan menjual udang yang dimilikinya ke pengepul.

Pemilik tambak lain,Sumardi (40) sejak Minggu (3/12)elah melakukan pemanenan terhadap empat petak lahan tambak miliknya dengan udang yang telah diangkat sekitar 2 kuintal sekali angkat dengan size 40 jenis udang vaname menggunakan jaring.

Pemanenan lebih awal diakuinya kerap dilakukan petambak dalam kondisi banjir rob dan musim hujan yang berimbas banjir kiriman melanda wilayah dusun Umbul besar dan kuala Jaya dan merugikan para petambak.

Depli Delsa, salah satu warga yang sekaligus anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bandar Agung dan operator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lampung Selatan menyebut berdasarkan pendataan sejak banjir rob terjadi selama lima hari terakhir.

Banjir rob ketinggian air semakin meningkat menjelang hari kelima bahkan bisa lebih tinggi setelah sepekan berlangsung. Beberapa warga pemilik rumah bahkan terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi menghindari terjangan air.

Akibat banjir rob imbasnya sekitar 450 kepala keluarga tidak bisa keluar dari wilayah tersebut menggunakan jalur darat pada puncak banjir rob yang mulai meningkat sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Beruntung ungkapnya akibat kejadian tersebut pihaknya sudah melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan instansi terkait di antaranya BPBD Lamsel, Dinas Perumahan dan Permukiman dan Dinas Pendidikan.

”Pemerintah cepat tanggap dengan memberikan bantuan bagi warga terimbas banjir rob dan meninjau lokasi kemarin siang. Harapan kami Dinas Kesehatan juga memberikan bantuan obat obatan dan membuka posko untuk pemeriksaan kesehatan,” terang Depli.

Selain meninjau akses jalan penghubung dusun Kuala Jaya-Umbul Besar yang tererendam banjir rob, pihak Pemkab Lamsel memonitor kesehatan warga akibat perkampungan yang terdampak banjir rob.

Monitoring dipimpin langsung Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lamsel, Mulyadi Saleh, dengan memberikan bingkisan sembako,300 kilogram beras dan uang tunai kepada warga terdampak banjir rob.

Banjir rob diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Dampak yang dikuatirkan warga di antaranya kesehatan bagi anak anak yang kerap mengalami permasalahan kesehatan kulit akibat kondisi air yang kotor sekaligus sebagian sumur yang terendam air laut.

Bantuan air bersih untuk minum diharapkan warga untuk kebutuhan sehari hari selama banjir rob berlangsung. Selain itu ia berharap akses jalan penghubung yang rusak parah bisa diperbaiki dengan meninggikan bahu jalan dan membuat talud.

Akses jalan penghubung dusun Kuala Jata-Umbul Besar Desa Bandar Agung tergenang air dan mengalami kerusakan mempersulit aktivitas warga /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.