Dampak Banjir tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bantul

YOGYAKARTA – Sejumlah objek wisata di Bantul diketahui mengalami kerusakan pasca bencana banjir dan longsor akibat Siklon Tropis Cempaka beberapa waktu lalu.

Meski tidak sampai menutup objek wisata terdampak, sejumlah infrastruktur diketahui rusak di beberapa titik. Tak hanya itu, rusaknya sejumlah jalan termasuk beberapa jembatan penghubung, juga mengahambat akses menuju lokasi wisata.

Meski begitu, Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul memastikan, dampak bencana banjir dan longsor tidak akan mengganggu tingkat kunjungan wisatawan maupun minat masyarakat untuk berkunjung ke Bantul. Termasuk pada saat masa libur Natal dan Tahun Baru pada bulan Desember ini.

Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Karman, mencatat ada sejumlah kerusakan infrastruktur di beberapa lokasi wisata andalan Kabupaten Bantul. Diantaranya rusaknya tembok taman serta talud jembatan di Pantai Parangtritis. Pihak pengelola sendiri, untuk sementara memberi garis pembatas agar tidak membahayakan pengunjung.

“Kita juga mendapat laporan dinding atas Goa Selarong retak. Talud di sekitar lokasi goa juga ambrol. Namun berdasarkan pantauan sejauh ini masih aman, kunjungan ke Goa Selarong tetap kita buka dan tidak ditutup bagi wisatawan. Hanya saja pengunjung harus lebih berhati-hati,” katanya, Jumat (8/12/2017).

Cuaca buruk akibat Siklon Tropis Cempaka di Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu diketahui juga mengakibatkan sejumlah desa wisata terkena banjir dan longsor. Seperti desa wisata Wukirsari, Kebonagung dan Puton. Bahkan salah satu jembatan yang menjadi ikon desa wisata Srikeminut, Selopamioro, Imogiri juga ikut hancur sehingga berpotensi mematikan kunjungan ke desa wisata tersebut.

“Rusaknya sejumlah jalan atau jembatan karena longsor, memang akan memengaruhi akses masuk wisatawan ke sejumlah lokasi wisata. Seperti jalan menuju Goa Jepang, serta jalan yang menghubungkan Parangtritis dan Imogiri. Namun masih ada jalan alternatif. Hanya mungkin jarak waktu tempuh yang menjadi sedikit lebih lama,” ujarnya.

Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul sampai saat ini belum bisa memastikan berapa total nilai kerugian di sektor pariwisata akibat bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Pihak Dispar saat ini mengaku lebih fokus untuk melakukan pembenahan, serta menginformasikan kondisi lokasi wisata agar tidak menurunkan minat masyarakat berkunjung ke Bantul.

“Secara umum (dampak banjir dan longsor) tidak mempengaruhi sektor pariwisata. Karena tidak ada kerusakan signifikan di lokasi zona wisata. Memang adanya peristiwa bencana seperti ini dapat memberi pangaruh besar di sektor pariwisata. Namun kita sudah menginformasikan ke seluruh pelaku wisata bahwa semua objek wisata di Bantul tetap aman dan bisa dikunjungi,” pungkasnya.

Lihat juga...