Demo Anti Amerika, Dua Warga Palestina Tewas Tertembak

GAZA – Tentara Israel menembak sedikitnya dua warga Palestina hingga tewas pada Jumat (22/12/2017). Sementara protes-protes terhadap pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Washington semakin meningkat di wilayah tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestinas Ashraf al-Qidra mengatakan, tembakan senjata Israel membunuh dua warga Palestina dalam konfrontasi di Jalur Gaza. Dengan demikian jumlah korban cidera telah mencapai 40 orang. Setengahnya karena tertembak dengan peluru tajam dan sisanya dengan peluru karet. Yang lain diserang oleh tentara dengan menggunakan gas air mata.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel menyatakan sebanyak 2.000 warga Palestina berhadap-hadapan dengan tentara di pagar perbatasan Gaza. Dikatakan, kerumunan pemerotes melempar batu-batu dan menggelindingkan ban-ban yang terbakar ke arah tentara, yang menanggapinya dengan langkah-langkah untuk membubarkan dan menembakkan peluru tajam secara selektif ke arah perusuh utama.

Para pemerotes meneriakkan “Trump pengecut. Trump bodoh”. Di antara yang cedera adalah seorang pria yang mengenakan pakaian Santa Claus. Para pejabat kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya satu orang Palestina menderita luka akibat terkena peluru karet di Tepi Barat dan sebanyak 30 pemerotes terkena peluru-peluru karet.

Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengesahkan sebuah resolusi pada Kamis (21/12/2017), menolak deklarasi Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Walaupun resolusi tersebut telah disahkan, kemarahan Palestina atas perubahan dalam kebijakan AS yang telah berlangsung selama beberapa dekade itu tak menyurut.

Ribuan pengunjuk rasa menggelar aksi di Palestina, banyak di antara mereka melempar batu-batu ke arah tentara Israel. Bentrok antara warga Palestina dengan pasukan keamanan Israel di sepanjang pagar perbatasan Gaza, di semua tujuh kota di Tepi Barat yang diduduki dan di Yerusalem Timur terus terjadi.

Di Bethlehem, tempat kelahiran Yesus, para pengunjuk rasa membakar ban-ban dan menimbulkan asap berbau menyengat di jalan, dan hal tersebut terjadi hanya dua hari sebelum perayaan Natal. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pesan Natal menyebut langkah Trump sebagai penghinaan terhadap jutaan orang di seluruh dunia, dan juga kota Bethlehem. (Ant)

Lihat juga...