Desa Diterjang Banjir, Warga di Bajang Malah Sibuk Cari Ikan

PONOROGO — Banjir yang menerjang Desa Bajang, Kecamatan Balong, Ponorogo tidak hanya menimbulkan kepanikan, kesedihan bagi sebagian warga, namun juga ada yang tetap mengais rezeki dengan memanfaatkan kondisi tersebut.

Salah satu yang dilakukan warga yakni memancing ikan. Tak tanggung-tanggung bahkan Rohmat, salah satu warga mendapatkan ikan lele berukuran besar dengan bobot 2 kilogram.

“Saya bahkan rela beli jaring dari Pacitan untuk jaring ikan,” jelas Rohmat saat ditemui Cendana News, Sabtu (16/12/2017).

Selain lele, Rohmat juga mendapatkan beberapa jenis ikan lain. Seperti nila, mujair, gurami, gabus bahkan udang kecil khas hewan sungai.

“Kawasan ini memang langganan banjir kalau hujan deras datang,” cakapnya.

Sementara itu, warga lainnya Sunardi mengaku kesal dengan banjir kali ini. Baru tiga hari yang lalu, lahannya ditanami padi kini sudah terendam banjir sejak Jumat (15/12/2017) malam hingga saat ini.

“Banjirnya kalau setinggi 50 cm seperti ini bisa lama, bisa berhari-hari,” imbuhnya.

Baginya, banjir memang selalu langganan datang ke desanya yang merupakan kiriman dari wilayah Ponorogo selatan dan timur yang merupakan areal pegunungan.

“Setidaknya ada 200 kotak lahan padi dan jagung yang terendam kali ini,” tukasnya.

Pemukiman warga yang terendam banjir/ foto : Charolin Pebrianti

Menurutnya, berbagai upaya untuk mengurangi banjir sudah dilakukan mulai dari mengajukan ke Dinas PU dan BPBD Ponorogo untuk melakukan pengerukan akibat sedimentasi sungai. Namun hingga saat ini belum ada tindakan dari dinas terkait.

“Belum ada pengerukan, padahal sungai sudah dangkal,” tandasnya.

Banjir yang melanda Desa Bajang bukan lagi dalam hitungan jam bisa surut melainkan hitungan hari. Bahkan di Dukuh Katekan, Desa Bajang, Kecamatan Balong bisa satu minggu menghadapi banjir. Meski tidak sampai memasuki rumah warga, namun beberapa jalan desa serta lahan pertanian terendam banjir.

“Warga sudah hapal betul kalau langganan banjir, jadi kalau membangun rumah harus tinggi pondasinya,” pungkasnya.

Lihat juga...